#pohontumbang#beritalampung#lamsel

Hujan Disertai Angin Kencang, Dua Rumah di Palas Tertimpa Pohon

( kata)
Hujan Disertai Angin Kencang, Dua Rumah di Palas Tertimpa Pohon
Masyarakat Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat bergotong royong membersihkan puing-puing pohon tumbang, Sabtu (9/3/2019) sore. (Foto:Dok Warga)

KALIANDA (Lampost.co)--Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan dua rumah di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, tertimpa pohon tumbang, Sabtu (9/3/2019) sekitar pukul 17.00 Wib. Tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan ringan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, kedua rumah yang tertimpa pohon tumbang itu yakni milik Ukah (55) warga Dusun Budiwaras, Desa Mekarmulya dan Saidi (52) warga Dusun Ringinsari, Desa Bangunan. 

Sekretaris Desa Mekarmulya, Abdul Rozak mengatakan hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan rumah warganya tertimpa pohon tumbang. Meski tidak menelan korban jiwa, namun rumah milik Ukah itu alami rusak ringan bagian atap berupa asbes. 

"Beruntung hanya menimpa bagian atap rumah. Tidak begitu parah, tapi asbes pada pecah akibat tertimpa ranting-ranting pohon. Alhamdulillah, kami bersama masyarakat langsung bergotong-royong memperbaiki kerusakan itu," kata dia, Sabtu (9/3/2019) malam.

Terpisah, Kepala Desa Bangunan Isnaini mengatakan hujan yang disertai angin kencang itu menyebabkan satu rumah rusak tertimpa pohon tepat bagian dapur. Selain itu, satu pohon tumbang dan melintang ditengah jalan.

"Selain rumah warga, ada satu pohon di Dusun Pule pohon tumbang yang nyaris memutuskan kabel listrik. Beruntung kami bersama masyarakat fan PLN cepat perbaikinya," kata dia. 

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R. Mulyono R. Prabowo dalam rilis tertulisnya mengatakan  pada periode tanggal 8-14 Maret 2019 diprakirakan akan terdapat beberapa sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi yang juga dapat meningkatkan potensi curah hujan. Namun, hal itu cenderung memiliki waktu kejadian yang relatif lebih singkat.

"Daerah yang berpotensi hujan lebat akibat fenomena itu termasuk Provinsi Lampung. Serta potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter diperkirakan terjadi di sejumlah perairan, termasuk Selat Sunda bagian selatan," katanya. 

Untuk itu, kata dia, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis terusan akibat curah hujan tinggi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, petir dan jalan licin.

Armansyah/rilis



Berita Terkait



Komentar