#beritalampung#beritabandarlampung#bmkg

Hujan Diprakirakan Mengguyur Kota Bandar Lampung Besok pada Sore dan Malam Hari

( kata)
Hujan Diprakirakan Mengguyur Kota Bandar Lampung Besok pada Sore dan Malam Hari
Prakiraan cuaca, Rabu, 16 November 2022. Dok/BMKG Stasiun Meteorologi Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co): Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi memprakirakan seluruh kecamatan di Kota Bandar Lampung akan diguyur hujan pada sore hingga malam hari pada Rabu, 16 November 2022.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto mengatakan terjadi pembentukan awan hujan di sekitar wilayah Lampung yang menyebabkan beberapa daerah akan diguyur hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi.

"Besok, beberapa wilayah akan hujan pada sore hari hingga malam. Wilayah itu seperti Bandar Lampung, Metro, Tanggamus, Pringsewu, Pesisir Barat, Pesawaran, dan Lampung Barat. Bandar Lampung di seluruh kecamatan akan hujan pada malam hari," kata dia, Selasa, 15 November 2022, malam.

Baca juga:  Memasuki Musim Panen, Warga Dusun Harapan Mulya Timbun Jalan

Rudi mengatakan dari data wilayah tersebut, ada beberapa wilayah yang masuk dalam peringatan dini waspada potensi hujan lebat disertai kilat dan petir, seperti Pesisir Barat, Pesawaran, dan Lampung Barat, Tanggamus, dan Bandar Lampung.

"Hujannya diprakirakan turun sejak sore pukul 16.00 WIB dengan intensitas sedang. Lalu puncaknya pukul 22.00 WIB, hujan diprakirakan turun dengan intensitas tinggi," kata dia.

BMKG mengimbau kepada masyarakat dan instansi terkait untuk melakukan antisipasi dan mitigasi bencana hidrometeorologi. Pemerintah daerah wilayah terdampak perlu memastikan tata saluran air beroperasi lancar tidak terjadi sumbatan-sumbatan, mengoptimalkan tampungan/tandon air ataupun melakukan upaya untuk memanen air hujan secara optimal.

"Pemerintah harus bersinergi untuk memberikan sosialisasi informasi peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, dan kesiapan seluruh pihak dalam pencegahan atau pengurangan risiko bencana hidrometeorologi," kata Rudi.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar