#peristiwa#anginkencang#lampura

Hujan Deras dan Angin Kencang Porak-Poranda Sejumlah Rumah di Dua Kecamatan Lampura

( kata)
Hujan Deras dan Angin Kencang Porak-Poranda Sejumlah Rumah di Dua Kecamatan Lampura
Angin puting beliung memorakporandakan sejumlah rumah dan menumbangkan pohon di dua kecamatan di Lampura, Sabtu, 18 Desember 2021. (Lampost.co/Hari Supriono)


Kotabumi (Lampost.co) --  Hujan deras disertai angin puting beliung memorakporandakan sejumlah rumah warga, tenda tempat usaha berjualan makanan, pohon, dan plang iklan di dua kecamatan di Lampung Utara. 

Kejadian angin puting beliung yang menerjang sejumlah rumah dan menumbangkan pohon itu sempat viral dalam video yang diunggah di Facebook,  Sabtu, 18 Desember 2021 sekira pukul 14.00 WIB. Terlihat dalam video, warga berteriak karena pondok di keramba tempat menampung kolam pembesaran ikan di Bendungan Wayrarem, Desa Pekuruntengah, Kecamatan Pekurun, terangkat terbang oleh angin puting-beliung.

"Ya, Allah itu gubuk paman saya ya Allah," ujar pria dalam video viral itu.

Pada bagian lain, di Kecamatan Bukitkemuning, kawasan pertokoan di sepanjang Jalisumteng Kotabumi - Bukit Kemuning emperan pertokoan yang terbuat dari atap rangka baja banyak rusak. Bahkan, tiang reklame yang berada disamping Puskesmas roboh tersandar di dinding rumah warga yang ada di sebelahnya.

"Parah mas, kalau parabola itu habis terangkat entah kemana. Terus, atap rangka baja di pelataran toko itu terangkat semua," ujar Herman warga sekitar.

Baca juga: Angin Puting Beliung Porak Porandakan 37 Rumah Warga Tubaba

Menurutnya, kerusakan terjadi di sepanjang areal pertokoan mulai dari depan Kantor Kecamatan - Bundaran Bukit Kemuning. Selain itu, tenda-tenda yang biasa menjajakan penganan rusak dan berhamburan. 

"Ada warung perabotan pecah belah seperti gelas, piring, mangkok, dan lainnya itu rusak sampai ke bagian dalam toko," ujarnya. 

Baca juga: Angin Puting Beliung Hantam Puluhan Rumah di Kampung Jayasakti Lamteng

Sementara itu, dua rumah warga milik Ibu Eni (48) dan Ratna Wati (35), warga lingkungan 6, Kelurahan Bukitkemuning, bagian dapurnya rusak tertimpa pohon. 

Kepala Seksi Penanggulangan Bencana Kecamatan Abungtinggi, Heri Fitriansyah, menjelaskan kejadian itu terjadi saat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Dari data sementara di lapangan, sejumlah fasilitas milik warga dan pemerintah mengalami kerusakan. Bahkan, sampai ada pohon tumbang, tepat di depan kantor kecamatan.

"Ada pohon tumbang didepan kantor kecamatan. Begitupun plang tercabut tapi tak sampai merembet. Kalau pohon hanya memutus kabel penghubung PLN ke dalam kantor," tambahnya.

Sejumlah warung warga pelataran yang menggunakan rangka baja juga banyak terangkat. Khususnya di sepanjang jalan lintas tengah sumatera (Jalintensum) yang memang ramai pedagang mulai dari perabot rumah tangga, sampai jajanan tersedia di sana.

"Ada satu warung bakso diperempatan yang mengalami kerusakan parah. Tak jauh dari Hotel Kemuning, Kelurahan Bukitkemuning," terangnya.

Di sisi lain, BPBD Lampura menurunkan tim reaksi cepat (TRC) terjun ke lapangan untuk melakukan evakuasi saat malam. 

Kabid Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampura, Mirza Sofian, menjelaskan pihaknya turun langsung ke lapangan guna melakukan evakuasi. Sebelumnya, BPBD juga melakukan hal serupa di Kelurahan Rejosari, Kotabumi karena ada pohon tumbang.

"Ada dua kejadian angin kencang yakni di Bukitkemuning dan Pekurun (Abung Pekurun). Untuk detail dan data belum bisa kami sampaikan. Karena baru mendapatkan informasi dari Kepala Pelaksana (Kalak) bencana daerah sekaligus Kepala BPBD Nozi Efialis," pungkasnya. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar