Buronandpoakli

HP Buronan Syamsul Arifin Disita, Pengacara: Itu Pencurian

( kata)
HP Buronan Syamsul Arifin Disita, Pengacara: Itu Pencurian
Kuasa hukum Syamsul Arifin, David Sihombing. Febi

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Penyitaan alat komunikasi berupa HP yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap tersangka Syamsul Arifin, buronan kasus dugaan pencemaran nama baik (UU ITE) yang ditangkap tim Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung pada Selasa, 22 September 2020 kemarin berbuntut panjang. Pasalnya, tersangka melalui penasehat hukumnya akan melaporkan ke Mabes Polri lantaran dianggap telah melakukan pencurian.

"Atas dasar apa HP tersangka disita, apakah masuk dalam barang bukti kan tidak, apakah ada kaitannya dengan perka yang tengah dijalani ini juga tidak. Berarti itu masuk dalam ranah pencurian yang dilakukan mereka (penegak hukum)," kata David Sihombing, Kamis 24 September 2020.

Persoalan HP kliennya yang dirampas oleh aparat pada saat pengkapan, kata David, masuk dalam ranah pencurian karena tidak ada kaitan dengan perkara kliennya.

"Kami akan melaporkan persoalan ini ke Mabes Polri, karena itu pencurian," katanya.

Disinggung mengenai apakah benar HP yang disita milik kliennya itu sering digunakan untuk berkomunikasi dengan Satono, mantan Bupati Lampung Timur, DPO kelas kakap Kejaksaan Indonesia saat ini, David tidak dapat menjelaskan hal itu karena hingga saat ini belum ada pernyataan kliennya mengarah ada percakapan dengan Satono.

"Saya kurang paham soal itu, yang jelas HP itu disita tanpa ada kaitannya dengan perkara ini, atas dasar ini kami akan melapor ke Mabes Polri soal pencurian HP milik kliennya," kata David Sihombing.

Sementara Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung tidak membantah perihal ada percakapan antara mantan Bupati Lampung Timur Satono (DPO) dengan tersangka Syamsul Arifin yang ditangkap Polda Lampung di Jakarta pada Selasa kemarin.

Informasi yang diterima Lampung Post, selain penangkapan tersangka yang sempat buron selama 7 tahun, pihak Polda Lampung mengamankan alat komunikasi tersangka yang diduga kuat HP tersebut sering digunakan menghubungi DPO Satono.

"Untuk kebenaranya akan dicek dulu, saya kuarang tahun mengenai HP karena belum membaca keseluruhan berkasnya," kata Kasi Penerangan Hukum Kejati Andrie W Setiawan, sekaligus jaksa yang menangani perkara Syamsul Arifin.

Sementara dalam sesi wawancara dengan awak media di Kejati Lampung, Andrie meminta doa kepada media dalam waktu dekat buronan kelas kakap tersebut ditangkap.

"DPO yang susah-susah selama ini hampir tertangkap, yang terakhit ini Satono dan Leonis. Mudah-mudahan yang ini tertangkap," katanya.

Tim khusus Kejagung di Kejaksaan Agung sudah berupaya maksimal, supervisi dengan KPK pun sudah dilakukan, dari pihak mabes polri pun sudah bergerak semua.

"Kita berdoa semoga saja mudah-mudahan kali ini tertangkap," katanya.

Winarko



Berita Terkait



Komentar