#pendidikan#beritalampung

Penghapusan Guru Honorer Dinilai Rugikan Sarjana Pendidikan

( kata)
Penghapusan Guru Honorer Dinilai Rugikan Sarjana Pendidikan
Guru. Ilustrasi


Bandar Lampung (lampost.co) -- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lampung, Ilyas Efendi, menilai kebijakan penghapusan honorer akan merugikan nasib sarjana pendidikan.

"Mau dikemanakan mereka kalau seandainya nanti tidak ada lagi guru-guru honorer," kata Ilyas melalui sambungan telepon, Kamis, 27 Januari 2022.

Dengan penghapusan itu, Pemerintah ke depan akan lebih banyak merekrut guru dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Selain itu, ia juga mengeluhkan sekolah swasta yang kekosongan guru akibat ditarik ke sekolah negeri. 

"Guru-guru di sekolah-sekolah swasta yang lulus PPPK itu jangan ditarik ke negeri. Itu sama saja hanya untuk memenuhi sekolah negeri, akhirnya mematikan sekolah swasta," ujarnya. 

Bahkan, kondisi itu dapat mematikan sekolah swasta. "Dulu sistem zonasi membuat siswa berkurang, sekarang gurunya pula ditarik. Kami berharap pemerintah jangan mematikan sekolah-sekolah swasta," tambahnya. 

Sebab, pemerintah seharusnya melakukan sinergi. "Jangan sampai satunya dihilangkan atau mau ditiadakan," tutupnya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar