cekfaktakabarbohongviruskorona

Hoaks, Virus Korona Mati dengan Sinar Matahari

( kata)
Hoaks, Virus Korona Mati dengan Sinar Matahari
Tangkapan layar di media sosial

PESAN itu menyebar lewat aplikasi WhatsApp. Berantai. Isinya: virus Korona tipe baru atau covid-19 bisa disembuhkan dengan sinar matahari. Pada suhu 26-27 derajat Celcius.

Virus korona disebut tidak tahan suhu panas. Untuk itu masyarakat disarankan banyak menenggak air panas untuk mencegah virus korona.

Pesan kali pertama menyebar Selasa, 3 Maret 2020. Pesan beredar tak lama setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, positif terinfeksi virus korona, pada 2 Maret 2020.

Berikut bunyi lengkap pesan berantai itu: 

"Teman sekelas keponakan laki-laki, lulus dengan gelar master, dan bekerja di Rumah Sakit Shenzhen. Dia dipindahkan ke Wuhan untuk mempelajari virus pneumonia baru. Dia baru saja menelepon dan meminta saya untuk memberi tahu semua kerabat dan teman saya bahwa jika pilek dan dahak terjadi selama pilek, tidak dapat disimpulkan bahwa itu adalah pneumonia coronavirus tipe baru. Karena coronavirus pneumonia adalah batuk kering tanpa pilek, ini adalah cara paling sederhana untuk mengidentifikasinya. Tipe baru virus pneumonia koroner tidak tahan panas dan akan terbunuh dalam suhu 26-27 derajat. Karena itu, minumlah air panas untuk mencegah virus. Olahraga, Anda tidak akan terinfeksi virus. Jika Anda demam tinggi, tutupi selimut dan minumlah sup jahe untuk menambah energi panas tubuh tanpa perlu vaksin. Makan lebih banyak jahe, merica bawang putih, dan merica bisa menyelesaikannya. Kurangi makan yg manis, asam, dan asin, dan jangan pergi ke daerah cuaca dingin. Virus akan hilang sepenuhnya saat terkena sinar matahari."

Penelusuran:

Setelah ditelusuri, klaim bahwa virus corona dapat disembuhkan dengan paparan sinar matahari dalam suhu 26-27 derajat Celcius adalah tidak berdasar. Faktanya, tidak ada penelitian ilmiah yang dapat membuktikan virus korona mati pada tingkat suhu 26-27 derajat Celcius.

Dilansir Tempo.co melalui artikel berjudul "Peneliti Eijkman Jawab Debat soal Virus Corona vs Panas" dimuat pada Minggu, 1 Maret 2020, Wakil Kepala Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Herawati Sudoyo, mengatakan virus Korona memang akan mati jika dipanasi dengan suhu 56 derajat Celcius selama 30 menit. Namun, dia mengingatkan bahwa suhu di Indonesia tidak mencapai 56 derajat.

"Jadi, sangat spekulatif kalau dibilang temperatur akan mengurangi (potensi terjangkit Corona)," jelas Herawati.

Laporan cuaca dari Google Weather, suhu harian di Jakarta harian adalah 29-30 derajat Celcius. Kategori panas ekstrem memang pernah terjadi pada Oktober 2019. Namun, saat itu, suhu hanya mencapai 37-39 derajat Celcius.

Kesimpulan:

Klaim bahwa virus korona akan mati terkena paparan sinar matahari dalam suhu 26-27 derajat Celcius adalah salah. Hingga kini, tidak satu pun penelitian yang menyebut virus Corona tipe baru atau covid-19 bisa mati dalam suhu 26-27 derajat Celcius.

Referensi:
1. https://www.chinadaily.com.cn/a/202002/08/WS5e3eb7aea31012821727601d.html
2. https://nasional.tempo.co/read/1314134/peneliti-eijkman-jawab-debat-soal-virus-corona-vs-panas/full&view=ok

Sumber:

Pesan Berantai Whatsapp

medcom



Berita Terkait



Komentar