cekfaktaberitabohonganiesbaswedan

Hoaks, PDIP Bayar Demonstran Rp300 Ribu untuk Lengserkan Anies

( kata)
Hoaks, PDIP Bayar Demonstran Rp300 Ribu untuk Lengserkan Anies
Tangkapan berita bohong di media sosial.Istimewa

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) disiarkan mengongkosi demonstran untuk melengserkan Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan. Demonstan masing-masing diberi uang saku Rp300 ribu, untuk berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin 14 Januari 2020.

Kabar di atas ramai di media sosial. Pemilik akun Facebook Bilal Ar Robbah adalah yang pertama kali membagikan informasi itu. Dia mengunggah enam foto yang memperlihatkan beberapa orang babak belur diamuk massa.

Informasi itu disebar di laman grup Facebook Dukung Prabowo_Sandiaga Presiden RI 2019_2024. Pemilik akun menyebut sejumlah orang yang terlihat babak belur adalah bagian dari massa demo yang dibayar PDIP.

Akun Bilal Ar Robbah juga menambahkan keterangan pada foto tersebut bertuliskan:

"Lur. Di bayar PDIP 300ribu di suruh demo ke balaikota gue kira pada kebal tubuhnya.

Rupanya pada modyar semuanya wkwkwk.

Abu janda dan dewi tanjung di beritakan lolos dari hadangan sergapan warga DKI.
Dua orang itu lari di sawah-sawah lalu hilang.

Barang bukti sajam PALU ARIT di tinggal di lokasi

#FBR_LU_LAWAN_HOK_AHOK".

Penelusuran:

Tim Cek Fakta Medcom.id telah memeriksa setiap foto yang diunggah akun Bilal Ar Robbah. Hasilnya, foto yang diunggah akun Bilal Ar Robbah tidak ada hubungannya dengan aksi unjuk rasa di depan gedung Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa 14 Januari 2020.

Melalui teknik reverse image, enam foto unggahan akun Bilal Ar Robbah adalah foto pelaku kejahatan yang tertangkap warga saat beraksi. Foto-foto tersebut ditemukan di beberapa media arus utama.

Foto di bawah ini pernah dimuat di tribunnews.com dengan judul "BREAKING NEWS: Apes, Dua Perampok di Pringsewu Habis Diamuk Massa" dimuat pada Selasa 21 April 2015. Artikel tersebut berkaitan dengan warga di Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu digegerkan dengan pelaku pencurian yang dihakimi massa.

Para pelaku diperkirakan ada enam orang itu kocar-kacir begitu korban memberontak dan berteriak minta tolong saat ditodong pisau. Warga pun berdatangan dan berupaya menangkap para pelaku. Alhasil menjadi bulan-bulanan warga.

Diperkirakan empat orang lainnya berhasil kabur. Para pelaku tersebut disebut berupaya merampok Primer Koperasi Veteran RI (PRIM Koveri) Kelurahan Pringsewu Utara Kecamatan Pringsewu.

Foto serupa ditemukan di beritasumut.com dengan artikel berjudul "Jambret Nyaris Tewas Dihajar Massa di Jalan Emas" dimuat pada Selasa, 28 Maret 2017. Di dalam artikel, foto tersebut merupakan dua pelaku perampokan yang ditangkap masyarakat. Disebutkan, dua pelaku tersebut mengendarai sepeda motor yang berhasil merampas tas milik seorang wanita di Jalan Asia tepatnya simpang Jalan Emas Medan nyaris tewas diamuk massa, Senin 27 Maret 2017.

"Kedua pelaku yan disegap oleh massa itu langgsung diboyong ke Polsek Medan Area," ucap Kapolsek Medan Area Kompol Arifin kepada wartawan, Selasa (28/03/2017).

Foto selanjutnya berkaitan dengan perampokan yang terjadi di kantor Pegadaian Waena, Kota Jayapura, Papua, Kamis 10 Agustus 2017). Foto serupa dimuat situs pojoksatu.id dengan artikel berjudul "Kawanan Perampok Pegadaian Coba Lawan Anggota TNI, Beginilah Jadinya". Di dalam artikel itu disebutkan kawanan perampok yang jumlahnya empat orang itu mencoba merampok nasabah Pegadaian Waena, Sance Taifui, yang sedang melakukan transaksi.

Foto di bawah ini juga pernah dimuat di Merdaka.com, melalui artikel berjudul "Viral, video begal motor kebal saat digebuk pakai balok" tayang pada 22 Maret 2018. Artikel itu meberitakan tentang video pelaku begal yang kebal saat digebuk oleh warga. Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Jalan Enggano Sukabumi, Lampung.

Awalnya pelaku sempat tertangkap warga. Kemudian warga berusaha melumpuhkannya. Warga menghantamkan balok besar ke tubuh pria itu. Namun, yang terjadi sangat di luar dugaan. Pelaku tidak gentar sedikitpun. Hal itu pun membuat nyali warga ciut. Mereka perlahan mundur. Akhirnya pelaku berhasil melarikan diri.

 

Berikutnya, foto di bawah ini juga ditemukan di akun Isntagram porta berita fokusmeda.com, dengan artikel berjudul "Gagal Merampok Taksi Online, Seorang Pria Babak Belur Diamuk Warga. Di dalam artikel disebutkan warga Jalan Alfalah Kecamatan Medan Timur melakukan aksi main hakim sendiri terhadap tersangka perampokan taksi online, Kamis 28 Juni 2018. Tersangka yang diketahui berinisial BIS (34) nyaris tewas diamuk warga atas perbuatannya. Personel Polsek Medan Timur yang mendapat laporan adanya amuk warga langsung ke lokasi untuk mengamankannya.

 

Aksi perampokan itu terjadi saat korban Angga Girsang (29) sedang menunggu penumpang di lokasi kejadian. Tiba-tiba tersangka menyeruak masuk ke dalam mobil dan langsung mengambil alih mobil korban. Selanjutnya, korban berteriak keras sehingga mengundang kerumunan warga. Sejumlah warga yang memgetahui adanya aksi persmpokan langsung mengepung dan menangkap tersangka.

Kesimpulan:

Klaim bahwa PDIP membayar demonstran Rp300 ribu untuk berunjuk rasa di depan Balai Kota buat melengserkan Gubenur DKI Anies Baswedan adalah salah. Foto yang beredar adalah foto pelaku kejatahan yang diamuk warga bukan massa bayaran.

Informasi itu masuk dalam kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai fakta.

Referensi:

https://lampung.tribunnews.com/2015/04/21/apes-dua-perampok-di-pringsewu-habis-diamuk-massa.
https://feed.merdeka.com/trend/viral-video-begal-motor-kebal-saat-digebuk-pakai-balok-180321g.html
https://www.instagram.com/p/BkkI37ynVtG/
https://beritasumut.com/peristiwa/Jambret-Nyaris-Tewas-Dihajar-Massa-di-Jalan-Emas
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2017/08/10/kawanan-perampok-pegadaian-coba-lawan-anggota-tni-beginilah-jadinya/

Sumber:

https://www.facebook.com/groups/282806375631591/permalink/590247654887460/

medcom



Berita Terkait



Komentar