#nelayan#pemprovLampung

HNSI Minta Pemprov Lampung Perhatikan Kesejahteraan Nelayan

( kata)
HNSI Minta Pemprov Lampung Perhatikan Kesejahteraan Nelayan
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lampung mengharapkan Pemerintah Provinsi Lampung dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung dapat lebih memperhatikan nasib para nelayan. 

"Pernyataan Kepala DKP yang mengatakan sebanyak 1.800 nelayan telah tergabung dalam program Gubernur Kartu Petani Berjaya (KPB) atau untuk kami Nelayan Berjaya, tapi sayangnya hal tersebut tak menyeluruh," kata Ketua HNSI Provinsi Lampung, Bayu Witara, Senin, 15 November 2021.

Berdasarkan data HNSI, kata dia, jumlah nelayan di Lampung mencapai 30 ribu lebih yang tersebar di laut selatan hingga laut barat. "Jadi kami harapkan bisa setidaknya 25 persen nelayan ini terdata dan tak tumbang pilih," ujar dia.

Pihaknya menilai sosialisasi DKP masih kurang masif dan memperhatikan para nelayan. "Kebanyakan kegiatan DKP hanya sosialisasi, tapi kami kurang diperhatikan seperti apakah nelayan ini aman dalam berlayar atau sebagianya," ungkapnya. 

Ia juga mengatakan, jika dalam program KPB terdapat suatu program pinjaman yang dianggap dapat mensejahterakan nelayan, namun pihaknya berharap bahwa program pinjaman tersebut dapat tersalurkan tak pandang bulu. 

"Karena pinjaman tersebut kami anggap susah sekali syaratnya, sedangkan nelayan ini kebanyakan orang tidak sekolah yang susah untuk lengkapi syarat-syarat rumit. Apalagi menurut pengakuan nelayan, pihak pemerintah atau bank tebang pilih," katanya. 

Kemudian dengan program asuransi bekerja yang dikeluarkan oleh pemerintah, dimana program asuransi yang menarik Rp18 ribu/bulan tiap nelayan dirasa oleh pihaknya sangat benar hanya saja kurang secara merata pengenalannya. 

"Ada program asuransi, tapi tidak semua nelayan pasti tahu karena memang pemerintah kurang masif mengenalkannya. Padahal ini disambut baik nelayan, sebab pekerjaan resiko tinggi salah satunya nelayan. Jadi ada kabar asuransi sangat senang sebenarnya," ujar dia. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar