#beras#gabah#petani

HKTI Lampung Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Gabah dan Beras

( kata)
HKTI Lampung Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Gabah dan Beras
Petani sedang memanen padinya. Dok Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kebutuhan pangan bagi masyarakat harus terus dijaga ketersediaanya. Apalagi soal harga gabah dan beras yang saat ini belum stabil karena di berapa wilayah pertanian terserang hama serta potensi gagal panen.

Sesuai data yang dihimpun dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan di https://ews.kemendag.go.id/. Terpantau pada 14 Juni 2021, harga komoditas beras premium Rp12.300/kg dan beras medium Rp10.100/kg.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan terkait harga gabah dan beras petani yang masih belum stabil perlu diperhatikan serius oleh pemerintah. Semua stakeholder harus terlibat menyikapi persoalan pangan tersebut.

"Ini harus jadi perhatian serius pemerintah terkait bidang pertanian, terutama Bulog. Karena mandat untuk menjaga harga gabah stabil di serahkan kepada Bulog. Kordinasi antara Pemerintah Kabupaten sampai Desa dengan Bulog harus aktif. Begitu ada harga gabah yang dibawah harga yang ditetapkan segera minta Bulog operasi," katanya kepada Lampost, Selasa, 15 Juni 2021.

Sebelumnya Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung, Faisal mengatakan saat ini Bulog masih menyerap gabah/beras petani. Saat ini bulog Lampung sudah menyerap kurang lebih 27.000 ton. Ia meyakinkan bahwa kualitas dan produktivitas beras masih aman yang pelaksanaannya sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras Oleh Pemerintah.

Kebijakan tersebut dalam rangka stabilisasi ekonomi nasional, melindungi tingkat pendapatan petani, stabilisasi harga beras, pengamanan cadangan beras pemerintah dan penyaluran beras untuk keperluan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Inpres tersebut mengatur kebijakan pengadaan gabah/beras melalui pembelian gabah/beras dalam negeri dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah, yakni; Pertama, Harga Pembelian Gabah Kering Panen dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 25% dan kadar hampa/kotoran maksimum 10% adalah Rp3.700,-/kg di petani, atau Rp3.750,-/kg di penggilingan.

Kedua, Harga Pembelian Gabah Kering Giling dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14% dan kadar hampa/kotoran maksimum 3% adalah Rp4.600,-/kg di penggilingan, atau Rp4.650,-/kg di gudang Perum BULOG. Ketiga Harga Pembelian Beras dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14%, butir patah maksimum 20%, kadar menir maksimum 2% dan derajat sosoh minimum 95% adalah Rp7.300,-/kg di gudang Perum BULOG.

"Pelaksaan sesuai Inpres No.5 Tahun 2015, ada ketentuan terkait kadar air, dan sebagainya. Ketersedian beras kita aman sampai tahun depan," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar