hipmiresesi

HIPMI Dorong Lampung Ambil Peluang dari Resesi Singapura

( kata)
HIPMI Dorong Lampung Ambil Peluang dari Resesi Singapura
Patung Merlion yang menjadi simbol Singapura. AFP/Roslan Rahman


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengupayakan Lampung ikut serta dalam ekspor pangan ke Singapura. Pasalnya, Lampung merupakan salah satu lumbung pangan terbesar diberbagai sektor sehingga sangat besar peluangnya dalam mengembangkan usaha. 

"Resesi ekonomi yang dialami Singapura perlu dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia termasuk Lampung. Singapura ingin mendiversifikasi pembelian produk pangan, Lampung punya semua sektor," jelas Ketua HIPMI Lampung, Ari Nanda Djausal kepada Lampost.co, Selasa, 21 Juli 2020.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Lampung harus manfaatkan peluang yang bagus ini, ditambah Lampung juga merupakan salah satu lumbung pangan indonesia baik dari sektpr pertanian, perikanan, peternakan hingga perkebunan. 

"Disini kita bisa ambil contoh pertanian ya, mulai dari beras, jagung, kalau peternakan seperti sapi, ayam, telur semua petani swasembada. Dan kita harus bersyukur semua sektor untuk Lampung itu cukup menjanjikan," terang dia.

Ia juga menambahkan, seperti untuk produk perikanan yang over produk, ini menjadi peluang bagus. Hanya saja saat ini masih akan terus lakukan cek untuk memastikan petani memastikan standar kualitas yang diinginkan oleh Singapura. 

"UMKM yang memproduksi produk berbasis pertanian perlu mendapat binbingan yang mutahir mulai dari pembungkusan dan standar kualitas menjadi kunci utama. Hingga bagaimana produk tersebut jadi pilihan utama," kata dia.

Untuk Singapura, tambah dia, perikanan Lampung merupakan sektor yang menjadi pilihan baik untuk di ekspor. Selain strategis Lampung memiliki lima jenis lautan yakni laut jawa, samudera, selat sunda dan ada teluk selaka selain itu Lampung punya produksi ikan yang berbeda dan kaya.

"Tapi disisi alam yang kaya, kita juga harus ada kesiapan yang matang dan kuat jika ingin produksinya bersaing di internasional," ungkap dia.

Kesiapan yang matang, menurutnya adalah membutuhkan infratuktur dan sumber daya manusia (SDM) yang dapat bekerja maksimal, selain itu bantuan dan dukungan besar dari swasta serta pemerintah sangat diharapkanuntuk mendukung berlangsungnya proses.

"Bantuan dari pemerintah itu sangat penting untuk menjadikan semua sektor berjalan sesuai dengan keinginan kita. Dan saya yakin Lampung mampu menjadi Provinsi yang mengekspor berbagai pangan kebutuhan negara Singapur," tutup dia. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar