#operasipatuhkrakatau#lakalantas

Hingga 5 Mei, 12.816 Pengendara Kena Tilang Pada Operasi Patuh

( kata)
Hingga 5 Mei, 12.816 Pengendara Kena Tilang Pada Operasi Patuh
Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Lampung AKBP Bryan Benteng, saat mensosialisasikan keselamatan berkendara pada Operasi Patuh Krakatau 2018. (Dok. Polda Lampung)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Hingga Sabtu (5/5/2018), terdapat 12.816 pengendara yang terkena tilang pada Operasi Patuh Krakatau 2018 yang digelar sejak 26 April 2018.

Selain 12.816 pengendara yang mendapatkan surat tilang, ada sekitar 956 pengendara yang diberikan teguran tertulis, dari total 13.772 pengendara yang melanggar.

Angka tersebut turun dibandingkan dengan 10 hari berjalan operasi patuh tahun lalu yakni 9-18 Mei 2017, yakni 16.558 tilang atau turun 23%.

Dari total tersebut, pengendara yang terkena tilang paling tinggi ada di Polresta Bandar Lampung dengan jumlah tilang 2.401, Lampung Tengah 1.595 pengendara, dan Lampung Timur 1.506 pengendara.

Dirlantas Polda Lampung Kombespol Kemas Ahmad Yamin mengatakan, jumlah pelanggaran tertinggi pada pengendara sepeda motor 9.267 tilang, mobil penumpang (1.909), mobil bus (3), mobil barang (1.616), serta kendaraan khusus (21).

"Jadi masih didominasi sama sepeda motor, rata-rata masyarakat kurang sadar, padahal sosialisasi pra operasi patuh, dan selama operasi berjalan terus ada," ujarnya kepada Lampost.co Minggu (6/5/2018).

Dari angka tersebut, pelanggar di dominasi dengan karyawan/swasta yakni 5.983 orang , dan pelajar/mahasiswa (3.567), supir (1.703), PNS (414).

Kasatlantas Polresta Bandar Lampung Kompol S. Nanda Mega mengatakan, minimnya kesadaran masyarakat masih akan pentignya mematuhi tata tertib lalu lintas, jadi tingginya angka tulang di Kota Tapis Berseri. Pelanggaran didominasi oleh tak memiliki dan membawa SIM, tak membawa STNK, tidak menggunakan helm, dan melawan arah.

"Kita akui kesadaran masih minim, tapi tak hanya di Bandar Lampung, semua provinsi juga, selain itu memang personil lebih teliti ketika berjaga pada operasi latuh," ujarnya.

Selain itu, walau angka tilang tertinggi kedua berada di kalangan pelajar mahasiswa, kedepannya Satlantas Polresta Bandar Lampung akan melakukan upaya pendidikan dan penyuluhan kepada para pelajar, karena masih tingginya angka pelanggaran pada mereka.

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar