#pedaganganmanusia#pantipijat#kriminal#beritalampung

Hilang Sepekan, Ternyata Anak Gadisnya Jadi Terapis Panti Pijat di Papua

( kata)
Hilang Sepekan, Ternyata Anak Gadisnya Jadi Terapis Panti Pijat di Papua
Pelaku perdagangan manusia saat berada di Mapolda Lampung.(Foto:dok Polda Lampung)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Seorang ibu berinisial MA, melaporkan anaknya yang berinisial NA (19), karena tak kunjung ada kabar, ke Mapolda Lampung.

MA melaporkan angkanya yang hilang tak ada kabar sejak sepekan lalu. Namun, tanpa disangka sang anak menelpon MA, dan memberi kabar, kalau dirinya berada di Sorong, Papua Barat dan bekerja menjadi terapist di panti pijat.
Lantas orang tua korban melaporkan keberadaan anaknya itu. Sang anak  ketakutan dan menangis minta ingin pulang dan harus membayar Rp30 juta kepada pemilik panti pijat tersebut.

"Jadi orang tuanya, kaget anaknya tak ada kabar, terus anaknya ternyata udah kerja jadi terapis plus-plus, padahal dijanjikannya jadi pegawai salon biasa, korban juga berangkat tanpa seizin orang tuanya, atau ilegal," ujar Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol Bobby Marpaung, melalui Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum AKBP Ruli Andi Yunianto, Senin (17/9/2018).

Lantas usai mendapat keterangan dari orang tua korban, Subdit III Jatanras menangkap pelaku yang menjual korban ke pemilik Spa Galaxy, yang terletak di KM 8, Sorong Papua Barat. Pelaku bernama Febi Yuliana Dewi (19), warga, Garuntang Telukbetung Selatan, dibekuk pada Jumat (14/9) malam. 
Korban menurut Ruli, belum lama berada di Papua, dan diberangkatkan oleh pelaku. Segala bentuk akomodasi ditanggung oleh pengelola panti pijat plus plus tersebut.

"Dari Lidik anggota, ternyata sebelum pergi meninggalkan Lampung, korban terlihat bersama pelaku dan ternyata benar pelaku yang membawa korban ke Papua. Pelaku kita amankan di rumah suaminya yang terletak di RawaLaut, Enggal," kata alumnus Akabri 1998 itu.

Dari keterangan pelaku, sementara sudah ada beberapa warga Lampung,  yang ia bawa ke Spa Galaxy dengan iming-iming untuk dijadikan pekerja salon umum.
"Dia Koordinasi sama yang di Papua, dia janji ke korban dicari kerjaan, jadi dia dapat uang dari Papua, informasi sudah lebih dari satu, cuma masih dikembangkan," katanya.

Subdit III Jatanras juga mengamankan barang bukti berupa, 1 buah HP jenis Xiaomi Redmi 4X, yang dibeli pelaku dari hasil feenya menjual korban, ke Papua.
Sementara Kasubdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta), mengatakan pelaku kini dilimpahkan ke subdit IV, untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

Perkara tersebut dilaporkan dengan nomor LP/B-1377/IX/2018/LPG/SPKT. tanggal 14 September 2018, tentang Tindak Pidana Perdagangan Manusia. 

Asrul Septian Malik

Berita Terkait

Komentar