#SMEP#BandarLampung

Walkot Herman Minta Pasar SMEP Dilengkapi Tandon Air

( kata)
Walkot Herman Minta Pasar SMEP Dilengkapi Tandon Air
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, saat meninjau pembangunan pasar SMEP, Kamis, 5eptember 2019. (Foto: Deta Citrawan/Lampost.co)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akan membangun tandon atau penampung air di pasar SMEP. Pembangunan pasar kini sedang berjalan.

Wali Kota Bandar Lampung Herman H.N., tandom untuk mengantisipasi kalau-kalau terjadi kebakaran di pasar. "Kita akan bangun tandon berkapasitas 60 kubik," kata Herman saat meninjau pembangunan pasar SMEP, Kamis, 5 September 2019.

Menurut Herman, rencana penyediaan tandon akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Biaya pembuatan tandom akan dibebankan pada tahun anggaran mendatang.

"Kita renacanakan tahun depan sudah bisa dibangun," kata dia.

Sementara itu, progres pembangunan pasar SMEP Bandar Lampung masih terus berjalan, dengan target penyelesaian fisik pada akhir desember 2019 ini ditargetkan selesai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandar Lampung, Iwan Gunawan menjelaskan. Sampai dengan saat ini progres pelaksanaan fisik dari gedung pasar SMEP telah tercapai sekitar 22 persen.

"SMEP sampai saat ini sudah 21 atau 22 persen," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, terkait pengerjaan fisik yang masih berjalan di lokasi saat ini, masuk tahap pembangunan lantai 1. "Sudah pembangunan lantai 1 dan masih terus berjalan,"  kata dia.

Pihaknya menerangkan, untuk tercapainya target penyelesaian akhir tahun ini. Dinas mengintruksikan pihak kontraktor, untuk bekerja secara berkala dengan sistem shift malam.

"Masih diberlakukan kerja sampai malam,  dilokasi disediakan alat penerangan. Agar pengerjaan dapat dilakukan tidak hanya siang hari  namun pada malam hari juga," ungkapnya.

Menurutnya, setelah pengerjaan fisik ini tercapai. Gedung pasar belum dapat langsung begitu saja dipakai sesuai fungsinya. Namun masih berlanjut ke tahap finishing "Tahun ini jadi gedung, tahun depan finishingnya," jelasnya.

Deta Citrawan



Berita Terkait



Komentar