#tenggelam

Hendak Melihat Jerat Ayam Hutan di Seberang Sungai, Riyan Terseret Arus dan Tenggelam

( kata)
Hendak Melihat Jerat Ayam Hutan di Seberang Sungai, Riyan Terseret Arus dan Tenggelam
Proses pencarian Riyan Widuri (29) warga Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan yang tenggelam di sungai Giham, Kamis, 14 Januari 2021. Lampost.co/Candra Putra Wijaya


Way Kanan (Lampost.co) --Sudah lebih dari 24 jam dilakukan pencarian, Riyan Widuri (29) warga Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan yang tenggelam di sungai Giham tak kunjung ditemukan. Riyan terseret arus sungai saat hendak menyeberang untuk melihat jerat ayam hutan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Way Kanan, Bismi, menjelaskan peristiwa terjadi pada Selasa, 12 Januari 2021 sekitar pukul 17.00 WIB. Korban dan kakaknya, Suparno, berangkat dari rumah menuju perkebunan belakang PT. Sawit Indo untuk melihat jerat ayam di sebrang sungai Way Giham. 

Korban menyeberang dengan cara berenang, sementara kakaknya menunggu di pinggir sungai dikarenakan tidak bisa berenang. Saat korban menyeberang belum setengah perjalanan, tiba-tiba korban dia hanyut terseret arus sungai.

Setelah melihat adiknya hanyut, kakak korban lekas pulang untuk memberi kabar pada keluarga korban.

"Korban tenggelam di Way Giham Kampung Tanjung Raja Sakti, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan," kata Bismi.

Saat ini, BPBD, Tim Reaksi Cepat, Basarnas, TNI Polri, dan elemen lapisan masyarakat tengah melakukan pencarian.

"Pencarian korban sejak mulai dari Selasa 12 Januari 2021 sore sekitar pukul 17.00 WIB sampai dengan saat ini. Korban belum juga ditemukan," kata dia.

Tim sudah menyusuri sungai lebih dari tiga kilo meter.

"Kita akan memperpanjang jangkauan pencarian hingga lima kilo meter dan di bagian bawah kita sudah kontak masyarakat untuk turut serta mencari. Tim melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet," jelas Bismi.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar