Koronaviruscorona

Heboh Korona, Pedagang Jas Hujan Kebanjiran Permintaan

( kata)
Heboh Korona, Pedagang Jas Hujan Kebanjiran Permintaan
Foto. Lampost.co/Atika

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Nampaknya dari sebagian penjualan sepi yang dialami pedagang kaki lima tidak berpengaruh kepada pedagang jas hujan yang ada di sekitaran Jalan Urip Sumoharjo, Way Halim Bandar Lampung ini. Pasalnya, banyak pedagang yang kewalahan akibat banyaknya pesanan jas hujan oleh masyarakat.

"Alhamdulillah memang penjualan helm sepi, paling seminggu hanya ada dua sampai lima pembeli. Tapi kali ini untuk jas hujan biasanya laris kalau musin hujan, kini banyak yang beli meskipun tidak hujan. Mungkin karena mau hindari korona," kata Asep (30) pedagang jas hujan kepada lampost.co, Kamis, 26 Maret 2020.

Ia juga mengatakan bahwa untuk pembelian jas hujan beragam, ada yang membeli dari yang mahal hingga harga termurah.

"Kalau harga kan tergantung bahan, seperti yang tebal bisa Rp150 ribu, tapi justru lebih banyak pesen yang bahan plastik saya jual Rp15 ribu sampai Rp25 ribu," ujar dia.

Saat ini, tambah dia, Ia sedang membeli bahan plastik meteran untuk dijahit dan dijadikan jas hujan.

"Biasanya saya pesen ke Pulau Jawa pakai jasa ekspedisi, tapi disana juga mulai habis stok jadi saya inisiatif buat sendiri di rumah," kata dia.

Kendati demikian, ia tidak sendiri kebanjiran order pemesanan jas hujan. Karena di tempat lain pun banyak pedagang jas hujan yang menjual pelindung di musim hujan tersebut.

"Katanya sih jas hujan bisa dipakai untuk tangkal korona, gak tau benar atau tidak. Tapi saya kan jualan, kalau laris ya bersyukur," ujar Andi (35) pedagang lain.

Ia mengaku dalam dua minggu ini sudah menjual sebanyak 200 buah jas hujan dari berbagai jenis. "Dua minggu ini udah jual 200 buah jas hujan mulai dari yang mahal sampai yang murah," katanya.

Winarko



Berita Terkait



Komentar