#blud#perawat#hearing

Hearing Penerimaan Pegawai BLUD di Lampura Belum Final

( kata)
Hearing Penerimaan Pegawai BLUD di Lampura Belum Final
puluhan perawat yang notabene tenaga honor RSUD HM Mayjen Ryacudu untuk mendengarkan hasil putusan hearing.

Kotabumi (Lampost.co) -- Hearing Komisi IV DPRD Lampung Utara pascakericuhan penerimaan pegawai badan layanan umum daerah (BLUD) RSUD HM Mayjen Ryacudu, Kotabumi, yang di gelar di ruang  rapat setempat, Selasa, 10 Desember 2019 masih belum ada kesimpulan.

Ketua Komisi IV, bidang Sosial, Kesehatan dan Pendidikan, Arnold Alam mengatakan telah mendengarkan keluhan yang disampaikan perawat yang mendaftar di BLUD RSUD HM Mayjen Ryacudu, Kotabumi kepada pihak RSUD Ryacudu, Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Belum ada keputusan final pada hearing ini dan pihaknya masih akan mendengarkan penjelasan yang disampaikan pihak terkait seperti Dinas Pendapatan Pengelolaan dan Keuangan Aset (DP2KA) dan badan kepegawaian daerah (BKD) serta tim penguji dari Unila terkait  keluhan perawat tersebut," ujarnya.

Pihaknya baru bisa menyimpulkan setelah mendengarkan penjelasan dari instansi terkait. Kesimpulan yakni terkait transparansi mekanisme penerimaan pegawai BLUD, juga kemungkinan tes ulang.

“Atau hasil test BLUD sebelumnya digagalkan dengan mempertimbangkan pihak RSUD HM Mayjen Ryacudu, Kotabumi, belum sanggup menggelar test,” katab dia.

Di luar ruangan, puluhan perawat yang notabene tenaga honor RSUD HM Mayjen Ryacudu memenuhi koridor yang berseberangan dengan ruang rapat DPRD setempat, untuk mendengarkan hasil putusan hearing.

"Hasil hearing masih belum ada keputusan dan pihak DPRD rencana akan menggelar hearing susulan yang waktu pelaksanaan belum ditetapkan" kata Merry Z, perawat yang telah bekerja sebagai tenaga honor RSUD HM Mayjen Ryacudu, mulai per 1 Januari 2008 lalu. 

Dia berharap, proses pelaksanaan penerimaan BLUD dapat dilakukan secara transparan dan aturan seleksi dapat diterapkan. Misalnya menunjukkan besaran nilai peserta yang dinyatakan lulus maupun tidak lulus dan peserta yang ikut test BLUD, minimal telah 3 tahun mengabdi sebagai tenaga perawat.

"Ada beberapa tenaga honor di RSUD Ryacudu Kotabumi menerima surat perintah tugas (SPT)  tercatat mengabdi tiga tahun terakhir di 2017, 2018 dan 2019 yang  lolos saat penerimaan pegawai BLUD. Padahal merujuk aturan mereka mestinya belum bisa mendaftar," kata dia.

Berita sebelumnya pengumuman penerimaan pegawai badan layanan umum daerah (BLUD) RSD HM Mayjen Ryacudu Kotabumi diprotes peserta hingga membuat suasana sedikit ricuh di tempat antrean pasien, Jumat, 6 Desember 2019. Pasalnya, banyak kejanggalan, mulai dari tidak transparannya proses sampai tidak ada nilai peserta yang dinyatakan lulus.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar