#idi#covid-19

'Heard Stupidity' Kolaborasi Bebal Pemerintah dan Masyarakat pada Covid-19

( kata)
'Heard Stupidity' Kolaborasi Bebal Pemerintah dan Masyarakat pada Covid-19
Covid-19. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) — Media sosial diramaikan dengan tagar 'heard stupidity' yang menggambarkan keadaan Indonesia berada pada fase bebal berjamaah. 

Ketua Ikatan Dokter Indonesia, Aditya M. Biomed, mengatakan heard stupidity sebagai bentuk sarkasme yang menggambarkan keadaan pandemi saat ini. 

“Orang Indonesia itu kadang suka mentertawakan kebodohan. Istilah heard stupidity menggambarkan sikap abai pemerintah dan masyarakat terhadap pandemi . Alhasil, Indonesia kini mencatatkan lonjakan kasus Covid-19, padahal sebelumnya kasusnya mulai melandai,” kata Adit, saat ditemui di Kantor PMI Kota Bandar Lampung, Selasa, 22 Juni 2021. 

Menurut dia, munculnya sarkasme itu sebagai wujud akumulasi kekecewaan dan kegelisahan atas yang terjadi saat ini. Ditambah banyaknya kabar hoaks mengenai Covid-19 yang mengatakan virus tersebut hanya sebatas konspirasi.

“Influencer atau bahkan yang memiliki gelar akademisi banyak yang menyampaikan hal-hal yang tidak sesuai. Itu sangat disayangkan, karena covid-19 itu ada dan nyata. Jadi jangan diperkeruh dengan pernyataan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata dia. 

Adit mengatakan heard stupidity muncul akibat kejenuhan yang dirasakan baik pemerintah dan masyarakat. Pemerintah dinilai hingga saat ini tidak tegas mengenai sanksi pelanggar protokol kesehatan dan masyarakat yang semakin bebal menjalankan 5M.

“Kalau mencontoh negara tetangga (Australia) menerapkan sanksi tegas dengan mendenda pelanggar prokes. Jadi warganya terpaksa mau tidak mau harus taat. Kalau di Indonesia ini kan bebal berjamaah, kepala daerah tidak punya keberanian mengambil resiko, masyarakat juga acuh,” kata dia. 

Ketua IDI Bandar Lampung pun kerap memberikan masukan kepada pemerintah. Dengan harapan para pemangku kepentingan tidak melulu memberikan angin surga kepada masyarakat dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan.

“Kepala daerah saya harap bisa memilah terlebih dulu kebijakan-kebijakan yang diterapkan, agar tidak memperburuk situasi saat ini,” kata dia.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar