#beritalampung#beritalampungterkini#tesurine#narkoba#rutansukadana

Hasil Tes Urine Pegawai dan Warga Binaan Rutan Kelas llB Sukadana Negatif

( kata)
Hasil Tes Urine Pegawai dan Warga Binaan Rutan Kelas llB Sukadana Negatif
Rutan Kelas IIB Sukadana Lampung Timur melakukan tes urine pegawai dan warga binaan di Aula Rutan setempat, Selasa 15 November 2022. Lampost.co/Arman Suhada


Sukadana (Lampost.co) -- Pegawai dan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sukadana Lampung Timur bebas dari penggunaan obat-obatan terlarang. Kepastian itu berdasar hasil cek tes urine dalam inspeksi dadakan (sidak), Selasa, 15 November 2022.

Tes urine dilakukan terhadap 8 pegawai rutan serta 22 warga binaan yang dilakukan di Aula Rutan Kelas IIB Sukadana, Selasa 15 November 2022, pukul 13.30 WIB. Sidak ini dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Rutan Kelas IIB Sukadana, Abi Aufa Alqohhar didampingi staf KPR, Haris M Nur.

Baca juga: Pelaku Pelecehan Seksual Ancam Menyebarluaskan Video Asusila Korban 

Dari 10 pegawai Rutan tidak ditemukan adanya yang menggunakan obat-obatan terlarang. Hasil serupa juga terjadi pada 22 warga binaan.

Abi Aufa Alqohhar mengatakan sidak dan pengecekan urine tersebut guna mendeteksi dini para pegawai. "Tes ini untuk mendeteksi dini para pegawai serta para warga binaan Rutan kelas IIB Sukadana," ujarnya.

Pihaknya mengungkapkan akan menindak tegas jika ada pegawai ataupun warga binaan yang positif menggunakan obat terlarang. "Kalau memang ditemukan positif menggunakan obat-obatan terlarang, narkoba atau sejenisnya, akan kami tindak tegas. Kami akan proses, bahkan akan menyerahkan langsung ke polres," katanya.

Sesuai sidak tes urine tersebut, ia mengatakan jika hasilnya nihil dari positif obat-obatan terlarang ataupun narkoba. "Setelah kami lakukan cek tes urine ke-8 pegawai serta 22 warga binaan hasilnya negatif semua," ujarnya.

Dia juga mengimbau seluruh pegawai dan warga binaan agar tidak mengonsumsi narkoba atau sejenisnya. "Jangan coba-coba menggunakan obat-obatan terlarang, narkoba atau sejenisnya, biasanya awal coba-coba, akhirnya ketergantungan. Kami pastikan tidak akan ada toleransi kepada pemakai," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar