#kekayaanintelektual#riset

77,9 Persen Pengusaha Indonesia Belum Daftarkan Kekayaan Intelektual

( kata)
77,9 Persen Pengusaha Indonesia Belum Daftarkan Kekayaan Intelektual
Ilustrasi.Dok. Lampost.co


Jakarta (Lampost.co) -- Para pengusaha Indonesia diketahui masih banyak yang tidak tertarik untuk mendaftarkan kekayaan intelektual (KI) mereka. Hal itu berdasarkan hasil survei perusahaan Markplus Inc yang dilakukan kepada 86 responden di seluruh Indonesia.

"Ada 77,9% responden belum melakukan pendaftaran KI, tapi tertarik untuk melakukan pendaftaran KI, 16,3% tertarik serta sudah melakukan pendaftaran KI, dan 5,8% tidak tertarik untuk melakukan pendaftaran KI," ujar Senior Business Analyst MarkPlus, Inc. Dini Bonafitria dalam keterangannya, Kamis, 12 November 2020.

Adapun profil responden didominasi 51% pria dan kelompok usia mayoritas, yaitu 35 sampai 44 tahun dengan 52% domisili berada di Jabodetabek.

Dini juga menyampaikan dari hasil survei menyatakan 84% responden sudah mengetahui tentang kekayaan intelektual karena tingginya tingkat berwirausaha selama masa pandemi. Sebagian besar masyarakat tahu KI, tapi tidak tahu cara dan proses pendaftarannya.

Lalu, terkait pengetahuan terkait kekayaan intelektual dapat didaftarkan sudah diketahui 76% responden dengan pengetahuan mengenai tata cara pendaftaran kekayaan intelektual 47% responden. Adapun sumber informasi terbesar tentang KI bagi masyarakat didapat dari 65,8% internet, 53,4% pemerintah, dan 37,0% komunitas

Selain itu, Dini mengatakan responden yang tertarik mendaftarkan dua jenis kekayaan intelektual lainnya, yaitu hak cipta 38.8% responden dan paten 27.2% responden. Diikuti 91,7% responden mengaku tertarik untuk mendaftarkan kekayaan intelektual kembali dan 8,3% tidak tertarik.

"Pendaftaran kekayaan intelektual ini penting sebagai perlindungan atas karya yang dihasilkan, mencegah pemalsuan, plagiasi, dan meningkatkan harkat," katanya.

Dini menyebut situasi ini perlu menjadi perhatian stakeholder terkait kekayaan intelektual (KI) untuk dapat menjamin dan melindungi hak kekayaan intelektual para wirausaha yang mulai tumbuh.

“Dalam situasi pandemi ini 46,5% responden telah berwirausaha sebelum masa pandemi, 34,9% responden belum berwirausaha tetapi berniat berwirausaha dalam waktu dekat, dan 18,6% baru mulai berwirausaha sejak masa pandemi,” ujarnya. 

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar