#pembangunan

Hasil Proyek Irigasi Rawa Rawajitu Tuba Senilai Rp97,8 Miliar Banyak Bocor

( kata)
Hasil Proyek Irigasi Rawa Rawajitu Tuba Senilai Rp97,8 Miliar Banyak Bocor
Pembangunan daerah irigasi rawa di Rawajitu SPP Ipil. Lampost.co/Ferdi


Menggala (Lampost.co) -- Masyarakat Kampung Wonoagung, Kecamatan Rawajitu Selatan, Tulangbawang, mengeluhkan kualitas pembangunan proyek peningkatan daerah irigasi rawa (DIR). Proyek DIR di Rawajitu SPP Ipil senilai Rp97,8 miliar yang dikerjakan PT Indo Bangun Group, dinilai berkualitas buruk. 

"Saat diuji coba saluran air ini banyak terjadi kebocoran. Sehingga ada banyak penambalan," kata seorang warga Kampung Wonoagung, inisial SU, Kamis, 13 Oktober 2022.

Selain bocor, hasil pembangunan proyek dari Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung itu juga mengalami keretakan. "Hasilnya kerjaannya buruk dan lambat, karena pengerjaan proyek di sini sudah menahun," kata warga. 

Berdasarkan informasi yang didapat, proyek dengan nomor kontrak HK.02.03/03/SNVT.PJPA MS/IRAIII/2020 dengan kontrak 23 Desember 2020 memiliki waktu pekerjaan 480 hari kalender. Dengan demikian target penyelesaian pada April 2022. Namun, pekerjaan tersebut hingga kini belum selesai. 

Pimpinan Proyek PT Indo Bangun Group, Khoirul Alung, mengklaim pekerjaan tersebut mencapai 90 persen. "Ada adendum sampai akhir 2022. Mudah-mudahan akhir 2022 ini selesai," katanya.

Menurut dia, keterlambatan pekerjaan dipicu faktor alam dan akses menuju lokasi proyek. "Terutama faktor cuaca, kami kesulitan mengangkut material ke lokasi. Selain itu juga terkendala sosialisasi ke masyarakat terkait dibangunnya irigasi ini," kata dia. 

Sementara itu, konsultan pengawas PT Innako dan PT Reka Patria Internusa KSO belum dapat dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar