#gerhanamatahari#fenomenaalam

Hasil Pengamatan Gerhana Dijadikan Bahan Penelitian Itera

( kata)
Hasil Pengamatan Gerhana Dijadikan Bahan Penelitian Itera
Gerhana matahari cincin. Antara/FB Anggoro

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Institut Teknologi Sumatera (Itera) melakukan pengamatan terhadap gerhana matahari cincin pada Kamis, 26 Desember 2019. Hasil pengamatan akan dijadikan bahan penelitian bagi mahasiswa Program Studi Astronomi.

Hal itu disampaikan Sekretaris UPT OAIL Itera Robiatul Muztaba. Ia mengatakan pihaknya akan menyusun siklus sekuens dari pertama kali kontak hingga akhir kemudian dilanjutkan pada kegiatan penelitian.

"Fenomena gerhana matahari menjadi momen bagus untuk mengamati komposisi matahari," katanya di Pelataran Gedung A Itera, Kamis, 26 Desember 2019.

Saat gerhana cahaya matahari tidak terlalu terang karena tertutup bulan. Jika tidak ada penutup, sinar matahari sangat terang hingga sulit diamati. Penelitian komposisi unsur matahari itu menggunakan spektrograf.

"Dengan adanya fenomena ini kami terbantu karena matahari tertutup sehingga cahayanya tidak terlalu terang," katanya.

Proses gerhana terjadi mulai pukul 10.27 WIB hingga 14.20 WIB. Sedangkan puncak gerhana terjadi pada 12.30 WIB. Di Lampung, katanya, hanya tidak bisa menyaksikan fenomena langka itu seutuhnya.

"Letak Lampung hanya memiliki rentang 5 derajat di bawah horizon, posisi itu membuat kita hanya bisa menyaksikan gerhana hingga 70% saja," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar