#beritalampung#beritabandarlampung#bawaslu#panwascam

Hasil Nilai Tes Selaksi Panwascam Tak Dipublikasikan, JPPR Lampung Nilai Bawaslu Tak Transparan

( kata)
Hasil Nilai Tes Selaksi Panwascam Tak Dipublikasikan, JPPR Lampung Nilai Bawaslu Tak Transparan
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Jaringan Pendidikan Pemilihan untuk Rakyat (JPPR) Provinsi Lampung menyoroti proses seleksi Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) se-Provinsi Lampung dengan perolehan nilai peserta yang tidak dipublikasikan. JPPR Lampung menilai Bawaslu tidak transparan karena menuai kecurigaan dari masyarakat.

Wakil Koordinator JPPR Provinsi Lampung, Amri Madarani, meminta agar pelaksanaan proses seleksi Panwascam yang masuk tahap wawancara dapat mengedepankan profesionalitas. Yang terpilih yang benar-benar berkompeten di bidangnya.

"Pelaksanaan tes wawancara ini berperan sangat penting, kita harap pelaksanaan tes wawancara ini benar-benar dapat dilaksanakan secara profesional dan lepas dari tarik menarik kepentingan, agar yang terpilih nantinya benar-benar yang terbaik," katanya, Rabu, 19 Oktober 2022.

Baca juga:  1.510 Personel di Bandar Lampung Siaga Hadapi Ancaman Bencana

Amri mengatakan seharusnya nilai masing-masing calon Panwascam yang mengikuti seleksi tes tertulis atau CAT dapat dipublikasi agar masyarakat mengetahui kompetensi dari calon yang lulus sekaligus dapat membangun transparansi kepada publik.

"Serta meminimalisir adanya manipulasi terkait pelaksanaan seleksi. Bawaslu harus transparan dalam proses seleksi ini," ujarnya.

Menurutnya, Bawaslu tidak transparan dalam proses seleksi CAT, ia meminta agar Bawaslu Lampung maupun kabupaten/kota untuk memberikan klarifikasi terkait tidak di publikasikanya perolehan nilai peserta.

"Di sini akan menimbulkan banyak tanda tanya dari publik atau masyarakat kenapa tidak dipublikasi nilainya," katanya.

Selanjutnya ia juga berharap Tim Pokja atau Bawaslu kabupaten/kota ini dapat memperhatikan beberapa aspek pada proses pelaksanaan tes wawancara mulai dari integritas personal peserta tes, pengetahuan kepemiluan, pengetahuan lokal lainnya serta komitmen kerja. 

"Jangan sampai ada calon Panwascam yang terkesan punya track record yang buruk, terutama ketika hal tersebut mengganggu independensi tugasnya sebagai Panwascam nantinya," kata Amri. 

Menurut Amri dengan memaksimalkan proses seleksi, calon-calon yang nantinya terpilih menjadi Panwascam mampu untuk menjadi role model bagi masyarakat khususnya dalam hal pengawasan pemilu.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar