#surfing#pesisirbarat#krui

Hari Keempat, Warga Tetap Antusias dan Ramai Menonton WSL Krui Pro 2022

( kata)
Hari Keempat, Warga Tetap Antusias dan Ramai Menonton WSL Krui Pro 2022
Hari kempat Krui Surf QS5000 di Pantai Tanjungsetia, Pesisir Barat, Lampung , peserta dan warga tetap antusias dan ramai menyaksikan event surfing internasional itu, Selasa, 14 Juni 2022. (Lampost.co/Yon Fisoma)


Krui (Lampost.co) -- Hari keempat World Surf League (WSL) Krui Pro QS 5000 di Pantai Tanjungsetia, Pesisir Barat, terlihat peserta dan penonton yang datang tetap antusias dan ramai.


Pantauan Lampost.co di lokasi turnamen selancar dunia, penonton ramai berbaur dengan peserta. Cuaca baik dan ombak laut terlihat indah. Untuk para peserta yang lolos dan masih bertanding disediakan lokasi khusus di tempat itu. Lokasinya dipasang pagar pembatas yang dijaga oleh panitia dan polisi. Hal itu dimaksudkan agar steril dan khusus untuk peserta yang berlaga. 

Di sisi lain, tempat penonton dan para juri yang berada di atas panggung menghadap pantai yang dibuat oleh penyelenggara. Para juri terlihat berkonsentrasi menilai para peserta yang berlomba di event internasional tersebut. Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal dan jajarannya juga hadir meninjau kejuaraan selancar dunia yang masih berlangsung itu.

Peserta asal Pesisir Barat, Junika, yang gagal pada babak penyisihan mengungkapkan penyebab kegagalannya karena kondisi cuaca tidak mendukung. Namun, ia juga berterimakasih kepada pemkab Pesisir Barat yang memudahkan mereka berpartisipasi menjadi peserta dalam Krui Surf 2022. 

"Saya kalah penyisihan kemarin karena ombaknya terlalu gede sehingga sulit bermanuver. Saya berterimakasih kepada pemda karena seorang peserta untuk ikut kejuaraan Krui Pro ini biaya pendaftarannya Rp5 juta. Tetapi, saya gratis biaya pendaftaran," kata Junika di lokasi penyelenggaraan, Selasa, 14 Juni 2022. 

Baca juga: Lima Peselancar Indonesia Masuk Babak 32 Besar WSL Krui Pro 2022

Hal senada dikatakan Jim, peserta asal Jepang. Dia mengatakan kondisi ombak dan cuaca menyebabkan ia gagal lolos pada perlombaan itu.

Kepala Dinas Kominfotik Pesisir Barat, Suryadi, mengatakan kejuaraan itu dapat mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Pesisir Barat. Selain itu, banyaknya UMKM akan membuka lapangan kerja dan usaha warga di Negeri Para Saibatin dan Ulama.  

"Sekarang ini masih di 16 besar kalau besok kejuaraan ini masuk delapan besar. Tinggal satu lagi peserta asal Indonesia yang masih bertanding yaitu Rio Waida. Ada 12 perwakilan dari daerah (Pesisir Barat), enam ikut qs 5000 ini, tetapi mereka semua tidak lolos. Enam lainnya bertanding di bagian junior," ujar Suryadi. 

 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar