#Nuansa#Hari#Jomblo

Hari Jomblo

( kata)
Hari Jomblo
Ilustrasi Jomblo. (dok.lampost.co)

SINGLE DAY atau Hari Jomblo yang digelar raksasa e-commerce Alibaba beberapa waktu lalu membuat kejutan. Hanya dalam hitungan menit setelah dibuka, Alibaba sudah meraih pendapatan hingga 10 miliar Yuan atau kisaran Rp21,1 triliun.

Meski perayaan tersebut terkesan hanya untuk lucu-lucuan, di balik itu ada peluang besar pasar elektronik yang berhasil dimanfaatkan oleh pelaku perdagangan elektronik atau online. Hal itu menjadi penggambaran perubahan besar terjadi pada cara berbelanja kebanyakan orang.

Saat ini, belanja online sepertinya sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat, terutama kaum millennial yang makin melek teknologi. Mereka lebih memilih berbelanja lewat aplikasi di gawai ketimbang datang ke toko yang dinilai kurang praktis. Lagi-lagi hal ini menjadi peluang besar untuk para pelaku e-commerce dalam negeri yang konon jumlahnya terus meningkat.

Riset global dari Bloomberg memperkirakan pada 2020 lebih dari separuh penduduk Indonesia akan terlibat di aktivitas e-commerce. Sementara Google & Temasek pada 2017 mencatat pembelian produk via e-commerce di Indonesia mencapai 10,9 miliar dolar atau sekitar Rp146,7 triliun. Angka tersebut meroket 41% dari angka 5,5 miliar dolar atau sekitar Rp74 triliun pada 2015.

Membahas gairah e-commerce di balik sebuah perayaan Hari Jomblo memberikan angin segar dari hiruk pikuk dunia maya yang semakin mengakrabi kita. Sebab, dunia maya belakangan lebih banyak menampilkan sisi kelam yang menguras energi penggunanya.

Sebut saja beredarnya bermacam wujud berita bohong atau hoaks yang dalam hitungan menit langsung viral, hingga saling tebar ujaran kebencian atau hate speech yang kadang bikin geleng-geleng kepala.

Sayangnya, fenomena tersebut semakin menjadi jelang pemilihan Presiden RI yang bakal berlangsung pada 2019 mendatang. Dua kubu pendukung dua calon presiden dan wakil presiden sepertinya tidak pernah kehabisan energi untuk saling serang di media sosial.

Energi besar tersebut sebetulnya sangat sayang dibuang-buang. Jika hari Jomblo saja bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan keuntungan bagi para pelaku ekonomi digital yang terus kreatif, seharusnya pilpres yang menjadi pesta semua rakyat, baik yang jomblo ataupun punya pasangan, bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan kemaslahatan.

Alangkah baiknya jika pengguna aktif media sosial lebih banyak memanfaatkan peluang e-commerce yang terbuka lebar, daripada hanya terus-menerus menjadikan dunia maya dan media sosial sebagai panggung kegaduhan.

 

 

Rudiyansyah/Wartawan Lampung Post



Berita Terkait



Komentar