#hargarempah#viruskorona#beritalampura#ekbis

Harga Temulawak di Lampura Tembus Rp20 Ribu Per Kilo

( kata)
Harga Temulawak di Lampura Tembus Rp20 Ribu Per Kilo
Pedagang empon-empon di Pasar Sentral Kotabumi melayani pelanggannya, Senin (16-3-2020). LAMPOST.CO/YUDHI HARDIYANTO

Kotabumi (Lampost.co): Harga temulawak di Pasar Sentral Kotabumi mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp10 ribu per kilo kini naik menjadi Rp20 ribu per kilo.

Sugi, pedagang empon-empon dilapaknya, Senin, 16 Maret 2020 mengatakan kenaikan harga temulawak menjadi Rp20 ribu per kilo terjadi sejak Sabtu, 14 Maret 2020. Sedangkan untuk harga jahe merah masih bertahan dikisaran harga Rp60 ribu per kilo. 

"Pasokan barang dari petani kurang mas, itulah kenapa harga temulawak mengalami kenaikan," ujarnya. 

Dalam sehari, dia mengaku menjual jahe merah maupun temulawak ke pelanggan rata-rata sebanyak 15--20 kilo. Sebelum ada wabah korona, pemintaan sehari-hari pelanggan berada dikisaran 7--10 kilo. 

"Kalau dulu, pembeli empon-emponan untuk jahe merah dan temulawak di lapak rata-rata pedagang jamu. Sekarang pembelinya banyak dari kalangan ibu rumah tangga," kata dia. 

Dia mengatakan harga rempah-rempah lain masih stabil. Seperti jahe emprit masih Rp40 ribu per kilo, kunyit Rp10 ribu per kilo, lengkuas Rp8 ribu per kilo dan serai Rp2 ribu per ikat isi 7--8 batang.

"Jahe merah dan temulawak dibeli sebagai bahan jamu untuk meningkatkan stamina tubuh. Sedangkan jahe gajah, kunyit, lengkuas maupun serai memang banyak digunakan sebagai bagian dari bumbu dapur," ujarnya.

Lastri, salah seorang pembeli, warga Kelurahan Cempedak, Kecamatan Kotabumi, kepada Lampost.co mengaku mencari jahe merah dan temulawak sebagai bahan membuat minuman herbal untuk meningkatkan imunitas.

"Saya tidak terlalu risau kalau harga temulawak naik mas, yang penting setiap hari bisa minum jamu guna mencegah penyakit, salah satunya korona dan lebih baik mencegah dari pada mengobati," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar