TPA

Harga Tanah Mahal, Perluasan TPA Bakung Dibatalkan

( kata)
Harga Tanah Mahal, Perluasan TPA Bakung Dibatalkan
dok Lampost.co


Harga Tanah Mahal, Perluasan TPA Bakung Dibatalkan

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung untuk menambah luas lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung kandas. Faktor utama terkendalanya rencana itu pada persoalan harga tanah mahal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung Sahriwansyah mengatakan, pengadaan lahan di TPA Bakung untuk tahun ini tidak dianggarkan karena harga lahan dinilai terlalu tinggi.

"Tentang pengadaan lahan yang akan diadakan di TPA Bakung tidak teranggarkan karena harga lahan terlalu tinggi mencapai Rp253 ribu per meter," ujarnya, Minggu 7 Juni 2020.

Menurutnya, Pemkot melalui Dinas setempat menilai harga yang ditawarkan kepada pihak Pemerintah setempat sangat tinggi, jika di bandingkan dengan harga tanah yang berada tidak jauh dari lokasi TPA.

"Sementara yang jauh dari TPA itu harganya masih Rp64 ribu per meter, jadi kita tidak akan melaksanakan itu  dikhawatirkan menimbulkan masalah baru di internal sendiri," kata dia.

Untuk saat ini luasan lahan TPA Bakung dinilai pihaknya masih dapat menampung dengan di bantu oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat, yaitu dengan pembangunan saluran aliran TPA Bakung.

"Volume sampah yang ada saat ini masih bisa menampung, kita lagi menunggu pemasangan box curver dari Dinas PU jika itu sudah terpasang maka sampah kita masih dalam kondisi aman mencapai 10 hingga 15 tahun kedepan, karena terdapat aliran air disitu kita tutup tahun ini melalui Dinas PU," ungkapnya.  (DET)

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar