#hargasembako

Harga Sembako di Pasar Tradisional Lamsel Fluktuatif

( kata)
Harga Sembako di Pasar Tradisional Lamsel Fluktuatif
Harga cabai merah besar dan rawit di pasar tradisional Pesisir Timur Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang, Lamsel, turun signifikan, Selasa, 3 Maret 2020. Lmapost.co/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co) -- Harga sejumlah kebutuhan pokok maupun bumbu dapur terpantau fluktuatif di sejumlah pasar tradisional Lampung Selatan,  Selasa, 3 Maret 2020. Harga cabai mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Harga cabai merah besar terpantau turun cukup dratis dari Rp45 ribu—Rp50 ribu per kilogram kini menjadi Rp30 ribu—Rp35 ribu. Sedangkan untuk cabai rawit lokal yang sebelumnya Rp35 ribu kini menjadi Rp25 ribu per kilogram.

"Anjloknya harga cabai rawit lokal karena serangan cabai rawit dari Jawa yang harganya lebih murah, yaitu Rp20 ribu per kilogram," kata Sutino, pedagang di pasar tradisional Desa Pematangpasir,  Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Selasa, 3 Maret 2020.

Penurunan harga juga terjadi pada komoditas tomat. Jika sebelumnya satu kilogram mencapai Rp8 ribu kini menjadi Rp5 ribu. 

Harga bawang merah dan putih stabil. "Kalau harga bawang merah belum ada kenaikan masih Rp30 ribu per kilogram dan bawang putih Rp35 ribu," ujarnya.

Harga minyak goreng curah juga turun dari Rp13 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram.

Komoditas yang naik adalah telur ayam ras dari Rp24 ribu kini menjadi Rp25 ribu per kilogram. Begitu juga gula putih curah dari Rp14 ribu naik menjadi Rp15 ribu per kilogram.

"Kondisi harga naik turun sudah biasa kalau mau mendekati puasa walau stok aman," kata Karyanti, pedagang di pasar tradisional Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan.

Sementara itu seorang pembeli, Yuni menyatakan untuk kenaikan beberapa bahan bumbu dapur ini dirasa masih wajar. "Walau bulan suci Ramadan masih sebulan lagi ditambah kondisi cuaca. Jadi wajar kalau harga kebutuhan pokok fluktuatif. Asal kenaikan harga tidak signifikan dan penurunan harga juga tidak drastis, saya kira pembeli maupun pedagang tidak akan menjerit," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar