#sembako

Harga Sejumlah Komoditas Bumbu Dapur di Lampura

( kata)
Harga Sejumlah Komoditas Bumbu Dapur di Lampura
Harga cabai rawit mengalami kenaikan mencapai Rp60 ribu/kg dan harga cabai merah besar turun dratis Rp 20 ribu/kg di Pasar Sentral Kotabumi, Lampung Utara, Jumat (7/1/2022). Lampost.co/Hari Supriono


Kotabumi (Lampost.co) -- Sejumlah kebutuhan bumbu dapur dan bahan pokok di pasar tradisonal Lampung Utara mengalami kenaikan harga. Sementara sebagian lainnya alami penurunan hingga Rp20 ribu/kg.

Menurut Hendra (35), pedang cabai di Pasar Sentral Kotabumi, dalam bebarapa hari belakang terjadi penurunan harga cukup sinifikan pada cabai merah. Kini cabai merah dijual Rp20 ribu/kg, dari sebelumnya Rp24 ribu/kg.

"Khusus untuk cabai merah mulai mendekati tahun baru lalu sudah mengalami penurunan harga hingga Rp20 ribu/kg sampai saat ini," ujarnya kepada Lampost.co, Jumat, 7 Januari 2022.

Dia juga menjelaskan untuk harga cabai rawit terus mengalami kenaikan hingga Rp60 ribu/kg, dari harga sebelumnya Rp45 ribu/kg. Menurutnya untuk pasokan cabai merah besar dan cabai rawit berasal dari daerah Metro. Ia menilai harga cabai merah turun akibat pasokan yang melimpah.

"Sedangkan kenaikan harga cabai rawit karena dari distributornya harganya sudah mahal. Kami pedagang hanya mengikuti harga juga di pasaran," katanya.       

Dalam pantauan Lampost.co di pasar diketahui harga telur berangsur kembali turun di Rp27 ribu /Kg dari sebelumnya Rp30 ribu/Kg. Selain itu, harga bawang merah turun Rp17 ribu/kg sebelumnya Rp24 ribu/kg, dan harga bawang putih masih bertahan di Rp24 ribu/kg.

Kemudian, harga minyak goreng curah masih tinggi di Rp20 ribu/liter, minyak goreng kemasan seperti merek Bimoli Rp39 ribu/kg, Samko Rp40 ribu/kg, dan merek Fortun Rp39/kg.

"Kenaikan barang pokok lainnya berupa gula pasir Rp12.500/kg dari harga sebelumnya Rp12 ribu/kg, dan harga tepung terigu Rp8.000 /kg dari harga sebelumnya sebesar Rp7.500/kg. Begitu juga harga tepung sagu Rp9.000/kg dari harga sebelumnya Rp8.500/kg," kata Engko Aneng, seorang pedagang kelontongan di Pasar Sentral.

Winarko







Berita Terkait



Komentar