#ekbis#hargasayuran#hargapasar#beritalampung

Harga Sayur Mayur di Lamsel Terus Merangkak Naik

( kata)
Harga Sayur Mayur di Lamsel Terus Merangkak Naik
Pedagang sayur mayur saat melayani konsumen di Pasar Inpres Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (22/7/2018). (Lampost.co/Armansyah)

KALIANDA (Lampost.co) -- Harga sayur mayur dibeberapa pasar tradisional di wilayah Lampung Selatan terus mengalami kenaikan di kisaran Rp2.000-7.000 per kg. Dimana, naiknya harga tersebut sudah berlangsung sejak akhir Juni lalu.

Berdasarkan pantauan Lampost.co di pasar tradisional Inpres Kalianda, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, beberapa jenis sayuran yang mengalami kenaikan harga seperti bayam yang sebelumnya Rp2.000 menjadi Rp4.000 per ikat, jagung Rp5.000 menjadi Rp8.000 per bungkus, kacang panjang sebelumnya Rp6.000 menjadi Rp12.000 per ikatnya.

"Sejak hari raya Idul Fitri lalu harga sayur sayur terus mengalami kenaikan, dan apa alasan naiknya harga tersebut saya balum tau pasti tapi yang jelas kalau stok persediaan masih banyak," kata Milah (40) pedagang sayuran di pasar inpres kepada Lampost.co, Minggu (22/7/2018).

Ditempat lain, Nursiah (38) salah satu pedagang sayur di pasar tradisional Belambangan Kecamatan Penengahan, selain dari sayuran bayam, jagung dan kacang panjang, terung, timun, buncis dan tomatpun juga ikut naik.

"Harga terong sebelumnya Rp5.000 naik menjadi Rp12.000/kg, buah timun sebelumnya Rp5.000 menjadi Rp8.000/kg, buncis dari harga Rp8.000 menjadi Rp12.000/kg, sementara tomat dari harga Rp5.000/kg naik menjadi Rp12.000/kg nya," ujar Nursiah.

Menurutnya, kenaikan harga sayur-sayuran itu lantaran animo masyarakat berkurang. Sehingga, barangnya melimpah di tingkat pedagang. "Peminat dari para konsumen beekurang. Mereka banyak yang mengurangi jumlah pembelian sayuran," kata dia.

Armansyah



Berita Terkait



Komentar