#hargaNaik#sayuran#lamsel#beritalampung

Harga Sayur Mayur di Lamsel Melambung

( kata)
Harga Sayur Mayur di Lamsel Melambung
Salah satu pedagang sayur mayur di Pasar Inpres Kalianda, Lampung Selatan, Jum'at (6/7/2018). (Foto:Lampost/Armansyah)


KALIANDA (Lampost.co)--Sejak usai hari raya Idulfitri 1439 Hijriah, harga sayur mayur di Pasar Inpres Kalianda, Lampung Selatan, merangkak naik. Hingga saat ini, kenaikan tersebut belum diketahui penyebabnya.

Menurut Kosasi (39), salah satu pedagang sayur mayur, setelah Lebaran kemarin harga sayur mayur mengalami kenaikan harga. Adapun sayur mayur itu, yakni kacang panjang dari harga Rp6.000 per ikat naik menjadi Rp12.000 per ikat, timun dari Rp5.000 per kilogram menjadi Rp8.000 per kg, terong Rp5.000 per Kg naik Rp12.000 per kg, 

"Bukan hanya itu, harga bayam dari harga Rp2.000 per ikat naik Rp4.000 per ikat, sawi Rp6.000 per ikat naik Rp8.000 per ikat, jagung Rp5.000 naik Rp8.000 per bungkus, tomat Rp5.000 naik Rp12.000 per kg, tangkil Rp5.000 naik Rp12.000 per kg dan buncis Rp8.000 naik Rp12.000 per kg," kata dia, Jum'at (6/7/2018).
Menurutnya, sejauh ini ia bersama pedagang sayur mayur lainnya belum mengetahui penyebab dari kenaikan harga sayur mayur tersebut. Padahal pasokan sayur mayur di tingkat pengepul, baik di Lamsel maupun di Bandar Lampung masih normal.
"Nah, kurang tahu juga apa penyebab naiknya harga sayur mayur ini. Biasanya kalau harga naik itu dikarenakan barangnya sedang kosong atau sulit dicari. Tapi, ini stok barangnya ada dan banyak," kata dia. 

Hal senada diungkapkan Rojikun (42) pedagang lainnya. Akibat adanya kenaikan harga sayur mayur, dirinya mengurangi jumlah pembelian kepada pengepul. Sebab, jika ia tidak membeli barang, maka dikhawatirkan pelanggan kabur. 

Armansyah







Berita Terkait



Komentar