#minyakgoreng#hargapangan#nataru

Harga Minyak Goreng di Pesawaran Turut Naik

( kata)
Harga Minyak Goreng di Pesawaran Turut Naik
Tim dari Dinas Ketahanan Pangan melakukan monitoring pengawasan dan pemantauan pangan di Pasar Sukaraja, Kecamatan Gedongtataan. Lampost.co/Putra Pancasila Sakti


Pesawaran (Lampost.co) -- Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran memantau kondisi bahan pangan di Pasar Sukaraja, Kecamatan Gedongtataan menjelang Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran, Awaludin mengatakan, dari pantauan tersebut hanya harga minyak goreng yang mengalami kenaikan. Sementara untuk kebutuhan telur, beras, dan beberapa bahan pangan lainnya masih berada di harga normal.

"Pada 11 November 2021 harga minyak goreng Bimoli Rp18 ribu, kemudian kita lakukan sidak lagi pada 18 November 2021 harganya naik jadi Rp19 ribu. Minyak goreng curah juga sama mengalami kenaikan Rp1.000," ujarnya, Kamis, 25 November 2021.

Baca: Harga Minyak Goreng di Bandar Lampung Kembali Naik

 

Meski begitu, dia menyebut kenaikan minyak goreng memang terjadi secara nasional karena berkurangnya pasokan CPO akibat peremajaan produksi sawit.

"Memang hampir di semua wilayah naik. Namun kita pastikan stok minyak goreng di Kabupaten Pesawaran aman dan cukup selama beberapa waktu ke depan," kata dia. 

Sementara itu, warga Desa Sukaraja Kecamatan Gedongtataan, Eni mengeluhkan kenaikan minyak goreng selama hampir satu bulan terakhir. 

"Sudah hampir satu bulan ini harga minyak goreng naik terus, yang tadinya harganya Rp16 ribu sekarang bisa Rp17 ribu sampai Rp18 ribu, itu merek minyak yang biasa. Minyak curah juga harganya sama aja, kalau yang bagus seperti Bimoli bisa Rp20 ribuan," katanya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar