#minyakgoreng#hargapangan

Harga Minyak Goreng di Lampung Naik Imbas Tingginya Sawit Mentah

( kata)
Harga Minyak Goreng di Lampung Naik Imbas Tingginya Sawit Mentah
Pedagang minyak goreng di pasar tradisional yang ada di Kota Bandar Lampung. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung mengatakan terjadinya kenaikan harga minyak goreng di pasaran saat ini imbas dari tingginya harga minyak sawit mentah (CPO). Selain itu, kurangnya pasokan bahan baku di pasar minyak nabati dan lemak secara global.

"Saat ini harga CPO global yang menjadi acuan yaitu CiF Rotterdam sedang tinggi sehingga menyebabkan harga CPO lokal ikut melonjak dan berpengaruh pada biaya produksi industri minyak goreng kelapa sawit," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Lampung, M. Zimmi Skil, Selasa, 9 November 2021. 

Selain itu, produksi minyak canola di Kanada dan produksi minyak kedelai di Argentina mengalami penurunan. Hal itu menyebabkan harga komoditas minyak nabati melonjak. 

"Produksi CPO di Malaysia juga menurun akibat kekurangan tenaga kerja untuk memanen buah sawit," ujar Zimmi. 

Menurutnya, hukum ekonomi supply dan demand berlangsung terjadi. Dimana pasokan oils dan fats dunia sangat berkurang. 
"Inilah faktor utama terjadi short supply, maka harga minyak sawit di pasar global meningkat pesat sejak Januari 2021," katanya. 

Selain itu, berdasarkan arahan Kementerian Perdagangan(Kemendag), untuk menjaga pasokan dan harga minyak, pihaknya meminta asosiasi dan produsen minyak goreng sawit tetap memproduksi minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan sederhana. Menurut Zimmi, minimal hingga menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) Natal dan Tahun  Baru 2022.

Kemudian, dari dalam negeri, kenaikan harga minyak goreng turut dipicu turunnya panen sawit pada semester ke-2. Sehingga, suplai CPO menjadi terbatas dan menyebabkan gangguan pada rantai distribusi (supply chain) industri minyak goreng, serta adanya kenaikan permintaan CPO untuk pemenuhan industri biodiesel seiring dengan penerapan kebijakan B 30.

Wandi Barboy Silaban







Berita Terkait



Komentar