#minyak#melambung

Harga Minyak Dunia Melambung

( kata)
Harga Minyak Dunia Melambung
Ilustrasi. AFP/Mikhail Mordasov

New York (Lampost.co) -- Harga minyak dunia melambung pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), didorong harapan pengurangan pasokan lebih lanjut oleh produsen minyak utama dunia serta data manufaktur Tiongkok yang kuat. Meski demikian, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok masih menjadi perhatian para investor.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 3 Desember 2019, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik USD0,79 menjadi USD55,96 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Februari naik USD0,43 menjadi USD60,92 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Harga minyak dunia didukung oleh optimisme yang berkembang bahwa Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya diharapkan untuk menerapkan pembatasan produksi yang lebih besar ketika mereka bertemu akhir pekan ini.

Pada Juli, OPEC dan Rusia, bersama dengan anggota non-OPEC lainnya, sepakat untuk memperpanjang pengurangan produksi 1,2 juta barel per hari selama sembilan bulan, sebuah langkah yang dirancang untuk menjaga harga minyak dari penurunan.
 
Sementara itu, data yang baru dirilis menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur Tiongkok bulan lalu, yang menunjukkan permintaan yang lebih kuat, juga memberikan dukungan kepada pasar. Perbaikan ini diperkirakan bakal terus mendorong pergerakan harga minyak dunia.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), di hari perdagangan pertama Desember. Pelemahan terjadi karena investor mencerna data ekonomi terbaru, termasuk perkembangan baru negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 268,37 poin atau 0,96 persen menjadi 27.783,04. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 27,11 poin atau 0,86 persen menjadi 3.113,87. Indeks Komposit Nasdaq turun 97,48 poin atau 1,12 persen menjadi 8.567,99.
 
Sebagian besar dari 30 komponen Dow Jones diperdagangkan di wilayah merah, dengan Boeing dan American Express masing-masing turun tiga persen dan 2,38 persen, memimpin penghambat. Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan dengan catatan suram. Sektor real estat kehilangan 1,75 persen, menjadi pecundang terbesar.
 
Sementara itu, aktivitas manufaktur Amerika Serikat terus menurun pada November di tengah persediaan dan data pesanan baru yang lemah, menurut laporan terbaru lembaga riset Institute for Supply Management (ISM). Indeks manufaktur AS merosot ke 48,1 persen pada November, atau 0,2 poin persentase lebih rendah dari pembacaan Oktober.

Medcom

Berita Terkait

Komentar