#Pertanian#PisangCavendish

Harga Menggiurkan, Petani di Natar Lirik Pisang Cavendish

( kata)
Harga Menggiurkan, Petani di Natar Lirik Pisang Cavendish
Kepala Desa Way Sari Supri, pengelolah pertanian pisang Cavendish yang akan di ekspor keluar negeri. Febi Herumanika / Lampost.co


Kalianda (Lampost.co) -- Di tengah masa pandemi Covid-19, petani di Desa Way Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, mengembangkan pisang jenis Cavendish. Usaha pisang yang ditanam di lahan seluas 1,5 hektare itu tinggal menunggu waktu panen.

Kepala Desa Way Sari, Supriyono mengatakan usaha pertanian pisang miliknya berjumlah 3.300 batang dengan luas lahan 1,5 hektare. Biaya yang diperlukan untuk menanam pisang hingga saat ini mencapai Rp35 juta dengan perkiraan keuntungan mencapai Rp180 juta.

"Bayangkan saja kalau satu tandan pisang Cavendish ini dirata-ratakan berbuah 25 Kg/batang kalikan saja Rp2000 /Kg. Pendapatan yang saya dapatkan dari 3.300 batang pisang bisa mencapai Rp180 juta pada pertama panen. Yang membelinya sudah ada mitra sendiri PT Ratu Buah Banana Lampung," kata Supriyono, Selasa, 16 Februari 2021.

Selain belajar bersama mitranya PT Ratu Buah Banana Lampung untuk mengelola kebun pisang, Supriyono belajar sendiri karena menurutnya sebelum menjadi kades dia merupakan petani singkong.

"Selain saya ikut mitra, saya belajar sendiri mengelola lahan pisang ini. Alhamdulillah sudah berbuah sebagian dan buahnya super semua," ungkapnya.

Sampai saat ini bibit pisang yang tumbuh di lahan miliknya sudah banyak yang ingin membelinya, namun ia tidak ingin menjual ditakutkan akan merusak induk dari pisang miliknya.

"Kemarin ada yang menawar satu bibit pisang yang tumbuh mau dibeli persatu batang Rp6.000, tapi saya tidak jual karena kebun ini percobaan saya. Ditakutkan kalau saya ambil anaknya induknya akan rusak," tambahnya.

Supriyono menambahkan buah pisang jenis Cavendish yang dinilai berkualitas tersebut hampir rata-rata diekspor keluar negeri. Selain itu, hampir sebagian besar buah dijual di supermarket, dan swalayan.

"Kalau yang besar berkualitas dibawa keluar negeri, pisang ini yang dijual di mal dan swalayan itu," jelasnya.

Jika kebun pisang yang dia kelola ini berhasil, lanjut Supri, dia akan mengajak masyarakatnya untuk mengikuti langkahnya dengan menjalin kerjasama yang baik supaya penghasilan masyarakat ada tambahan dari lahan yang dimanfaatkan.

"Perbandingannya 3.300 batang pisang dengan luas lahan 1,5 hektar sama saja menanam singkong di lahan seluas 20 hektare," ungkapnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar