#komoditas#harganaik#beritalamsel

Harga Komoditas Pangan di Lamsel Mulai Merangkak Naik

( kata)
Harga Komoditas Pangan di Lamsel Mulai Merangkak Naik
Harga komoditas pangan merangkak naik akibat kemarau. Lampost.co/Perdhana Wibysono

Kalianda (Lampost.co) -- Pekan pertama di bulan November 2019, beberapa harga pangan di Lampung Selatan, terpantau mulai merangkak naik. Kenaikan harga komoditas pangan itu di picu belum berakhirnya musim kemarau hingga kini.

Beberapa komoditas pangan yang terpantau naik diantaranya cabai merah sebelumnya Rp28 ribu/kg alami kenaikan menjadi Rp30 ribu/kg, cabai hijauh, sebelumnya Rp20 ribu/kg menjadi Rp25 ribu/kg, bawang merah sebelumnya Rp25 ribu, naik menjadi Rp30 ribu/kg.

Harga cabai rawit turun harga dari sebelumnya Rp35 ribu/kg menjadi Rp25 ribu/kg, untuk bawang putih Rp30 ribu/kg masih stabil.
"Kalau cabai rawit justru turun harga, karena pasokan melimpah," kata Zainab (46) salah seorang pedagang di pasar Inpres Kalianda, Rabu 7 November 2019.

Musim kemarau yang berkepanjangan seperti saat ini menjadi salah satu penyebab naiknya harga komoditas pangan.
"Pasokan petani lokal berkurang, jadi komoditas yang ada banyak berasal dari luar daerah," ujarnya.

Sedangkan harga beras masih relatif stabil, untuk jenis IR-64 kualitas medium Rp12 ribu/kg, kualitas biasa Rp10 ribu/kg dan jenis Muncul Rp9 ribu/kg.
"Satu bulan terakhir belum ada perubahan harga," kata Junar (39) salah seorang pedagang beras di Pasar Sidomulyo.

Dijelaskannya, meskipun musim kemarau, masih ada beberapa petani lokal panen gabah, membuat harga masih stabil karena masih ada ketersedian barang.
"Sampai hari ini masih ada yang panen padi," kata dia.

Untuk harga gas elpiji 3 kg, berdasarkan pantauan Lampost.co di beberapa warung, harga gas bersubsidi itu berkisar Rp23-24 ribu/tabung.

Harga tersebut alami kenaikan kisaran Rp3-4 ribu/kg sejak tiga bulan silam, pedagang mengaku naiknya harga berdasarkan pasokan agen yang ikut naik.
"Pasokan kami dari berasal agen yang datang ke warung, kalau agen naik, kami juga ikut naik," kata Wiwik (51) pemilik warung di Way Panji.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar