#LAMSEL

Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe Kurangi Produksi dan Pekerja

( kata)
Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe Kurangi Produksi dan Pekerja
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Lampung Selatan (Lampost.co) -- Kenaikan harga kedelai yang melambung tinggi dikeluhkan para produsen tempe dan tahu di Lampung. Pasalnya, sejak satu bulan terakhir harga kedelai mencapai Rp14 ribu per kilogram. 

Agar tetap bertahan di tengah tingginya biaya produksi,  sejumlah produsen tempe dan tahu terpaksa harus mengurangi jumlah produksi dan mengurangi jumlah pekerja.

Produsen tempe dan tahu di Desa Warung Gunung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan sangat terdampak dengan kenaikan harga kedelai yang menjadi bahan baku utama tempe dan tahu.

Salah satu perajin tempe, Andi menyebutkan dengan kenaikan harga kedelai maka otomatis biaya produksi semakin tinggi. Sebab, tidak hanya harga kedelai yang naik, harga plastik juga ikut naik karena dampak kenaikan BBM. 

"Jadi untuk bisa bertahan produksi, terpaksa harus mengurangi jumlah produksi. Karena semua pada naik sekarang ini jadi sangat berdampak," kata dia, Senin, 14 November 2022.

Andi menuturkan, sebelum terjadi kenaikan harga kedelai, dalam sehari ia membutuhkan kedelai hingga 4 kwintal. Namun, saat ini hanya memproduksi 2 kwintal. "Sekarang 2 kwintal juga kadang masih turun naik, karena kalau bikin banyak nggak habis ya akhirnya kena kendala modal lagi," kata dia. 

Tidak hanya mengurangi produksi tempe, ia juga terpaksa mengurangi jumlah pekerja dari 11 orang, saat ini hanya 2 orang pekerja yang membantunya memproduksi tempe.

"Tadinya ada 11 orang pekerja, tapi yang 9 orang sementara waktu di rumahkan dulu, sambil menunggu harga kedelai stabil. Kalau masih saya pekerjakan takut nggak kebayar," kata dia. 

Dia menyambut baik rencana pemerintah yang akan mengimpor kedelai dari luar negeri untuk mengatasi tingginya harga kedelai yang terjadi saat ini. Menurutnya, standar harga kedelai yang diinginkan para produsen tempe yakni Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per kilogram.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar