Karet

Harga Karet Naik, Namun Belum Puaskan Petani

( kata)
Harga Karet Naik, Namun Belum Puaskan Petani
(dok)


MESUJI (Lampost.co) -- Sejak awal 2021, harga karet dengan kadar karet kering (K3) 100% mencapai Rp19.000 per kg. Semenjak itu pula asa muncul di benak para petani karet di Mesuji. 


Seiring berjalannya waktu, harga itu ternyata memang benar-benar berlaku bagi karet yang memenuhi K3. Namun petani tidak banyak mengerti tentang K3. Alhasil, mereka hanya bisa menjual dengan harga Rp8.500 per kg. 


Petani bersyukur karena itu lebih baik dari harga di 2020 lalu yang hanya Rp4.000 per kg. Namun, harga saat ini belum cukup untuk membuat situasi lebih baik. 


Ngadiman, petani karet di Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, menceritakan jika dalam satu hari, dirinya bisa mengumpulkan getah karet sebanyak 13 kg per hektare. Jika curah hujan tinggi, paling dapat setengahnya. 


Dengan harga dibawah Rp10.000 dan jumlah biaya  perawatan per hektarenya, petani masih belum mendapatkan apapun. 


"Saat ini harga pupuk NPK non subsidi sekitar Rp400.000 per 50 kg. Untuk subsidi Rp190.000 per 50 kg, namun itu sangat sulit didapat. Sedangkan untuk pupuk urea subsidi mencapai Rp135.000 per 50 kg. Normalnya, dalam satu hektare harus dipupuk enam bulan sekali yang memakan biaya sekitar Rp3 juta per hektare. "Dengan harga saat ini, kami tidak sanggup melakukan perawatan," keluhnya. 

Harga karet saat ini hanya cukup untuk makan, terutama bagi petani yang memiliki lahan kurang dari dua hektare. 


"Tetap kami bersyukur karena kami masih bisa makan dan menghidupi keluarga dengan uang halal, tetap Alhamdulilah," imbuhnya. 

Saat ini, data dari Bagian Kehutanan, Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji, mencatat jika kebun karet di Mesuji milik petani mencapai 27.000 hektare. 

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar