jagungpertanian

Harga Jagung di Lamsel Tembus Rp3.800 per Kg

( kata)
Harga Jagung di Lamsel Tembus Rp3.800 per Kg
Lampost.co/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co) -- Harga jagung melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Informasi yang dihimpun Lampost.co,  sejak pertengahan Agustus 2020 hingga kini harga jagung secara bertahap merangkak naik dari Rp3.050/kg menjadi Rp3.600 - Rp3.800/kg.

"Harga jagung di tingkat pabrik saat ini menembus Rp3.600-Rp3.800/kg.  Level harga tersebut akan terus naik setelah masa panen raya jagung yang berlangsung pada Juli— Agustus 2020 berakhir," kata Suko, salah satu pengepul di Ketapang kepada Lampost.co, Senin, 8 September 2020.

Ia memperkirakan harga jagung akan terus merangkak naik pada musim gadu ini. Sebab, petani yang menanam jagung pada musim tanam bulan September 2020 terganggu oleh kekeringan yang terjadi sejak Agustus 2020 lalu.

 Sementara itu, mulai bulan ini sampai Oktober, kekeringan diprediksi akan semakin parah, sehingga produksi jagung diperkirakan di bawah target.

”Bisa jadi hasil panen pada musim hari ini turun dari rata rata 7  ton bisa jadi cuma 4-5 ton per hektar," kata pengepul sekaligus petani jagung ini.

Hal senada diakui Bejo, Kepala Gudang pabrik pengeringan jagung di Bambu Kuning, Desa Kebumen. Menurutnya, sejak Agustus hingga hari ini, Senin 8 Agustus 2020, harga jagung terus merangkak naik secara bertahap.

"Hampir setiap pekan harga naik Rp100-Rp 250/kg. Saat ini, harga sudah menembus Rp3.800/kg," katanya.

Ia memperkirakan harga jagung bisa menembus diatas Rp4.000/kg. "Harga bisa diatas Rp4.400/kg seperti saat akhir musim panen rendeng Mei 2020 lalu," ujarnya.

Berdasarkan informasi, harga tersebut berada di atas harga acuan yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan No.96/2018 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen. Dalam regulasi tersebut, harga acuan di tingkat petani sebesar Rp.3.150/kg. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar