#ekbis#hargajagung#pertanian#beritalamsel

Harga Jagung Anjlok, Petani di Palas Menjerit

( kata)
Harga Jagung Anjlok, Petani di Palas Menjerit
Ilustrasi. Foto: Google Images

Kalianda (Lampost.co): Memasuki masa panen jagung, petani di Desa Sukabakti, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, justru menjerit. Pasalnya, harga jagung mengalami terjun bebas akibat banyak gudang jagung tutup beberapa hari terakhir semenjak virus korona mewabah. 

Seperti yang diungkapkan, Darmawan, salah satu petani setempat mengatakan lahan jagung seluas 1 hektare miliknya siap dipanen. Namun, dirinya belum bisa melakukan pemanenan lantaran gudang jagung banyak yang tutup. 

"Sudah waktunya panen jagung. Tapi, karena enggak ada yang mau beli dan gudang banyak yang tutup. Terpaksa, saya tunda dan biarkan dulu jagungnya di batangnya," kata dia, Minggu, 29 Maret 2020.

Selain itu, kata dia, harga jagung di gudang kini mengalami terjun bebas yang dihargai sebesar Rp1.700 per kilogram. Padahal, harga sebelumnya mencapai Rp4.100 per kilogram.

"Kalau harga digudang itu sudah dipotong dengan kadar air. Tapi, mau gimana gudang enggak ada yang buka dan enggak nerima," kata dia. 

Hal senada diungkapkan, Adi Susanto, salah satu petani jagung lainnya mengatakan dengan adanya penurunan harga itu petani menjerit karena dipastikan merugi. Sebab, dalam luasan satu hektare petani mampu mengeluarkam modal hingga Rp10 juta. 

"Biaya modal dimulai dari pengolahan tanah, tanam, bibit, pupuk sebanyak 2 kali, nyemprot hama dan nyemprot gulma. Belum biaya ngontrak lahannya. Kemudian belum biaya panen, babag, upah ngupas jagung upah angkut dan upah giling," kata dia. 

Sebelumnya, sejak sepekan terakhir harga jagung anjlok di sejumlah gudang di sepanjang Pesisir Timur, Lampung Selatan, dari Rp4.300 per kilogram, kini hanya kisaran Rp3.300-Rp3.400 per kilogram dengan potongan kadar air yang cukup tinggi hingga mencapai 50 persen.

Seperti yang diungkapkan salah seorang karyawan pabrik jagung di Jalinpantim Bambukuning kecamatan Ketapang, Masuri (50). "Hari ini harga jagung turun lagi menjadi Rp3.300 per kilogram dengan potongan kadar air tertinggi bisa mencapai 50 persen. Harga jagung dipastikan akan terus turun seiring masuk musim panen," kata Masuri.

Dia mengatakan penurunan harga ini tentunya tidak menguntungkan bagi petani. Apalagi upah buruh saat ini semakin tinggi. "Kalau potongan kadar air bisa sampai 50 persen. Artinya harga bersihnya cuma Rp1.700 per kilogramnya. Harga ini tentunya membuat petani bakal merugi," keluh Suko, petani jagung sekaligus pengepul jagung di Desa Sri Pendowo, kecamatan Ketapang, Lamsel," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar