damarekonomipandemi

Harga Getah Damar Meroket di Tengah Pandemi

( kata)
Harga Getah Damar Meroket di Tengah Pandemi
Tampak sejumlah ibu-ibu sibuk menyortir atau memisahkan getah, debu, dan kayu damar yang baru dibeli dari petani. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Sejumlah sektor ekonomi mengalami dampak serius akibat pandemi Covid-19. Namun hal itu tak berlaku bagi komoditas getah damar di Kabupaten Pesisir Barat.

Harga getah damar saat ini terus merangkak naik berkisar Rp34-35 ribu per kilogram untuk jenis asalan, belum dipisahkan antara getah debu dan kayu, atau baru dibeli dari petani damar.

Salah seorang pembeli damar di Pekon Biha Kecamatan Pesisir Selatan, Nusirwan (55) mengatakan kenaikan harga yang mencapai Rp34 ribu - 35 ribu itu sudah berjalan sejak dua bulan terakhir.

"Sebelum kenaikan ini, harga getah damar jenis asalan cuma Rp18 ribu per kg," kata dia saat ditemui lampost.co di gudang damarnya, Sabtu, 23 Januari 2021.

Menurutnya, setelah dilakukan penyortiran dengan cara memisahkan dan membagi damar dalam beberapa kelas seperti grade A, AC, debu damar dan lainnya, dalam setiap lima hari sekali dirinya menjual kembali getah damar yang mencapai 2.000-5.000 Kg.

"Kalau yang saya jual sudah disortir, untuk getah damar kualitas ekspor atau damar A, saya jual Rp43 ribu per kg," kata dia.

Nusirwan mengatakan ada 12 orang karyawan yang setiap hari bekerja di gudangnya yaitu para ibu-ibu dari wilayah Pekon setempat untuk menyortir getah damar. Ia menambahkan harga saat ini sangat bagus dan belum pernah terjadi sebelumnya.

"Biasanya tahun-tahun sebelumnya harga damar berkisar Rp5 ribu, Rp18 ribu, Rp15 ribu, Rp20 ribu, Rp25 ribu, Rp30 ribu per Kg nya. Namun saat ini harga Rp34ribu-Rp35ribu, kemungkinan harga getah damar akan terus naik," ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini jumlah getah damar turun drastis dibanding beberapa tahun sebelumnya, penyebabnya selain pohon damar ditebang untuk dijual kayunya atau digunakan untuk bangunan rumah atau perkantoran. Juga banyak pohon damar yang tumbang akibat angin kencang dan umur yang sudah tua.

"Harapan kami selaku pedagang agar kalau kami kirim barang untuk dijual ke Jakarta lancar tanpa hambatan. Bagaimana petani sejahtera dan seluruh yang terlibat dalam jual beli getah damar ini dapat sejahtera," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar