#hargagabah#ekbis#pertanian#beritalamsel

Harga Gabah Ketan di Palas Merosot di Tengah Pandemi

( kata)
Harga Gabah Ketan di Palas Merosot di Tengah Pandemi
Salah satu buruh pabrik padi saat melakukan pengeringan gabah padi ketan di Pabrik Pengusaha asal Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Kamis (5/11/2020). Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co): Selama pandemi Virus covid-19, harga gabah kering panen (GKP) padi jenis ketan di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, merosot tajam. Bahkan pada musim panen gadu saat ini harga jual ketan di tingkat petani jauh dibawah harga jual gabah padi jenis lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, saat ini harga GKP padi ketan dihargai sebesar Rp3.600 - Rp3.700 per kilogram. Padahal pada musim panen sebelumnya harga GKP padi ketan mencapai Rp4.500 - Rp4.600 per kilogram ditingkat petani. 

Menurut salah satu petani asal Desa Palaspasemah, Gapur (39), selama dua musim panen tahun ini harga GKP padi ketan mengalami penurunan drastis. Bahkan harga ketan jauh dibawah harga jual GKP padi jenis lainnya.

"Biasanya pada musim panen gadu, harga gabah jenis ketan akan melejit. Harga jual ketan selalu diatas harga padi. Tapi, saat ini harga jualnya justru jatuh di bawah harga padi," kata dia, Kamis, 5 November 2020.

Gapur mengatakan sebelum adanya pandemi Covid-19 harga GKP padi ketan di tingkat petani mencapai Rp 5.000 per kilogramnya. Namun, saat ini  harga jual gabah ketan jatuh berkisar Rp3.600 - Rp3.700 per kilogramnya. Sementara, harga GKP padi jenis lainnya saat ini paling rendah sebesar Rp4.200 per kilogramnya.

"Walaupun hasil panennya sama dengan padi, namun hitungannya petani yang menanam padi ketan mengalami kerugian. Soalnya, minat pembeli petani ikut menurun akibat pandemi Covid-19," kata dia. 

Hal senada diungkapkan, Pengusaha Padi yang juga Pemilik Pabrik Pangan Mas Desa Palaspasemah, Edi Alpian Susanto. Dia mengatakan merosotnya harga jual GKP padi ketan ini akbiat pandemi Covid-19. Saat ini peminat padi ketan yang kerap dijadikan bahan olahan kue ini juga menurun drastis.

"Sampai saat ini padi ketan belum bisa dijual, masih di stok di pabrik. Soalnya, sampai saat permintaan ketan ini sangat menurun ditengah pandemi covid-19. Biasanya kita menjual beras ketan mencapai Rp10 ribu. Tapi, sekarang hanya sekitar Rp8.000 per kilogram," kata dia.

Menurut Edi, merosotnya harga GKP padi ketan ini dapat menjadi perhatian pemerintah setempat. Bahkan, petani berharap Bulog dapat menerima beras ketan ini dengan harga yang tidak jauh dari beras jenis lainnya.

"Presentasi penanaman ketan di Kecamatan Palas ini cukup tinggi capai 15 persen dari luasan hamparan padi yang ada. Harapan petani merosotnya harga ketan ini jadi perhatian pemerintah. Bulog juga diharapkan tak hanya membeli beras saja, namun juga memberi ketan agar bisa membantu petani," kata dia.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar