#petani#pertanian#beras

Harga Gabah di Tingkat Petani Turun 14,39 Persen

( kata)
Harga Gabah di Tingkat Petani Turun 14,39 Persen
Gabah. MI/Bagus Suryo.


Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melakukan survei harga produsen gabah di  39 observasi. Observasi didominasi kelompok kualitas Gabah Kering Panen (GKP). Harga tertinggi GKP varietas ciherang di tingkat petani mencapai Rp4.800,- per kg terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. 

“Sedangkan harga gabah terendah mencapai Rp3.700,- per kg pada gabah kualitas GKP dengan varietas ciherang dan inpari 32 terdapat di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, dan Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Lampung, Riduan, Jumat, 2 April 2021.

Baca: Petani Takut Impor Beras Bikin Harga Gabah Hancur

 

Harga tersebut, lanjutnya, berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yaitu Rp4.200,- per kg. 

Di tingkat penggilingan, harga tertinggi GKP varietas ciherang mencapai Rp4.900 per kg terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. 

“Sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu Rp3.80,-0 per kg dengan varietas inpari 32 terdapat di Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah,” katanya.

Harga tersebut juga berada di bawah HPP, yakni Rp4.250,- per kg. Harga gabah di tingkat petani kualitas GKP turun di Maret 2021.

“Penurunan harga gabah disebabkanpanen raya di beberapa daerah Provinsi Lampung,” ujar dia.

Rata-rata harga gabah kelompok kualitas GKP di tingkat petani turun 14,39 persen dari Rp4.576,- per kg menjadi Rp3.917,- per kg.

“Dengan kualitas yang sama, harga gabah di tingkat penggilingan juga mengalami penurunan sebesar 13,82 persen dari Rp4.672,- per kg menjadi Rp4.027,- per kg,” tutup Riduan.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar