#hargagabah#ekbis#pertanian#beritametro

Harga Gabah di Metro Anjlok Pada Panen Gadu Ketiga 

( kata)
Harga Gabah di Metro Anjlok Pada Panen Gadu Ketiga 
Katijo, salah seorang petani di Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur. Lampost.co/Bambang


Metro (Lampost.co): Sejumlah petani di Kota Metro mengeluhkan turunnya harga jual gabah kering panen (GKP) pada musim panen gadu ketiga tahun 2020.

Hal ini disampaikan oleh Katijo, salah seorang petani di Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kamis, 5 November 2020. Dia mengatakan harga jual gabah di panen ini turun dan kualitasnya kurang baik.

"Harga gabah basah turun. Sekarang harga jualnya Rp3.700 per kilo. Sudah harganya murah, hasil panen juga sedang tidak bagus," kata dia.

Dia menjelaskan jika gabah panen musim ini digiling menjadi beras, hasilnya juga tidak maksimal karena hasil panen musim ini tidak bagus.

"Gabah sekarang jadinya sedikit kalau digiling, misalnya dalam 100 kilo gabah itu hanya dapat 45 kilo beras, itu juga banyak yang pecah-pecah," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Mardianto, petani lainnya. Selain gabah turun, musim tanam kali ini terserang hama tikus. Sehingga berdampak pada hasil yang tidak maksimal.

"Tikus itu disemprot tetep ada, dibakar sarang tikusnya juga tetap ada. Kalau sawah yang ada di pinggir jalan biasanya tidak ada tikus, karena sering dilalui kendaraan. Tapi kalau sawah kita yang di dalam, di ujung tikusnya banyak," kata dia.

Mereka berharap, harga gabah tak turun drastis seiring dengan hasil panen yang tidak maksimal. Sehingga para petani tidak merugi terlalu banyak. Serta meminta bantuan pupuk pada pemerintah untuk melakukan tanam pada musim selanjutnya.

Sementara itu, Wali Kota Metro, Achmad Pairin mengaku, akan meminta Dinas Pertanian untuk menindaklanjuti keluhan petani terkait turunnya harga gabah.

"Saya belum cek berapa harga gabah sekarang. Kalau tidak salah Rp4.000 per kilo. Tapi kan tergantung kualitasnya. Terima kasih masukannya, nanti kita teruskan ke dinas," kata dia.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar