#gabah#lamsel

Harga Gabah di Lamsel Terus Merosot

( kata)
Harga Gabah di Lamsel Terus Merosot
Petani di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, lakukan panen padi. Lampost.co/Perdhana Wibysono

 

Kalianda (Lampost.co) -- Jelang panen raya padi musim tanam rendeng, harga Gabah Kering Panen (GKP) di Kecamatan Sidomulyo dan Candipuro, Lampung Selatan, terus merosot.

Terpantau, harga GKP jenis IR-64 di Kecamatan Candipuro dan Sidomulyo hanya Rp360 ribu/kuintal.

"Hari ini harga gabah basah Rp360 ribu/kuintal," kata Eko (49) petani di Kecamatan Candipuro, Jumat, 10 April 2020.

Menurutnya, semakin hari, harga gabah terus merosot seiring dengan memasuki puncak panen raya padi di beberapa kecamatan.  "Dua hari yang lalu, harga masih Rp380 ribu/kuintal," kata dia.

Salah satu penyebab anjloknya harga gabah karena pengepul asal Pulau Jawa belum turun ke lokasi.

"Belum ada yang kesini, mungkin takut virus korona, biasanya kalau sudah turun harga gabah cenderung stabil," ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak dari banyaknya pengepul asal Pulau Jawa yang dating, membuat  harga beras lokal ikut stabil atau tidak turun. "Harga beras disini tetap, tidak pengaruh panen," kata dia.

Puncak panen raya padi musim tanam rendeng, diperkirakan sekitar akhir bulan April atau awal bulan Mei mendatang.

"Puncak panen raya sekitar akhir bulan ini atau awal bulan depan," ujar Sasongko (53) petani di Kecamatan Sidomulyo.

Dalam kondisi pandemi virus korona seperti saat ini, para petani berharap pemerintah bisa menstabilkan harga gabah agar tidak terus anjlok. "Harapan kami saat kondisi seperti ini harga stabil," kata dia.

 

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar