#HET#elpiji#bandarlampung

Harga Eceran Elpiji 3 Kg Dievaluasi

( kata)
Harga Eceran Elpiji 3 Kg Dievaluasi
Foto: Pemerintah Provinsi dengan PT. Pertamina dan Hiswana Migas, di Ruang Rapat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris, Taufik Hidayat terkait harga tabung Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg, Selasa (03/12/2019). Humas


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemprov Lampung bersama Hiswana Migas dan Pertamina akan mengevaluasi penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET)  elpiji 3 kg. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taufik Hidayat mengatakan penyesuaian HET dipandang perlu karena perubahan tingkat inflasi Provinsi Lampung tahun 2015 dengan 2019.

Ia berharap, HET terbaru bisa diterapkan di awal 2020. Namun harga tersebut hanya diberlakukan di tingkat pangkalan. Evaluasi atas usulan Hiswana Migas untuk menaikkan HET. Pada 2015 HET Rp16.500 dan akan diusulkan Rp18.000.

" Kita memandang dari perhitungan yang diusulkan memang perlu ada kenaikan yang semula HET dari tahun 2015 sebesar Rp16.500, dan ada kenaikan yang diusulkan sedang diproses dalam bentuk SK Gubernur Lampung yaitu sebesar Rp 18.000,” kata dia di lingkungan Pemprov Lampung, Selasa, 3 Desember 2019.

Banyaknya penyimpangan HET di masyarakat disebabkan adanya lonjakan harga elpiji 3 Kg di tingkat konsumen yakni berkisar Rp20 ribu – Rp25 ribu per tabung.  Menurutnya, pihak eceran bisa menaikkan harga karena jumlah elpiji yang dijual terbatas. Penyebabnya, ketentuan jumlah yang disalurkan ke eceran itu hanya 30 persen saja. Sementara 70 persennya langsung ke masyarakat.

Untuk memonitor kondisi HET dan ketersediaan elpiji 3 kg di lapangan, pihaknya akan membentuk tim terpadu yang melibatkan dari pihak kepolisian untuk penegakan hukum ketika ada permainan dalam penyalurannya.

"Tim nanti melakukan pemantauan harga itu di lapangan, jumlah yang dijual oleh penyalur sesuai dengan ketentuan. Kita harapkan di desa melibatkan BUMDes dalam penyaluran sehingga tidak ada penyimpangan. Melalui tim ini juga diharapkan bisa menjamin suplai gas elpiji 3 kg," katanya.

Wakil Ketua Hiswana Migas Lampung, Subhan Efendi mengatakan evaluasi HET elpiji  akan mengalami  banyak perubahan dan penyesuaian. "Kalau menyangkut kebijakan ranahnya pemerintah daerah yang nantinya menyesuaikan dan punya pengitungan sendiri. Sebenarnya kan penggunaan elpiji ini untuk masyarakat miskin, umkm, dan sebagainya sesuai ketentuan," katanya. 

Pihak Pertamina akan mengadakan One Village One Outlet agar pengecer tidak meluap. Sehingga masyarakat mendapatkan harga elpiji sesuai HET. Pertamina juga menyampaikan di dalam kontrak kerjasama PT. Pertamina dengan agen disebutkan kewajiban memberikan pembinaan terhadap pangkalan. Jika ditemukan adanya penyelewengan dan berulang, maka pangkalan yang bermasalah akan ditindak oleh agen yang bersangkutan.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar