#hargadaging#lampungutara

Harga Daging Sapi Naik Jelang Iduladha di Lampura

( kata)
Harga Daging Sapi Naik Jelang Iduladha di Lampura
Satu minggu menjelang perayaan Iduladha, harga daging sapi diperkirakan mengalami kenaikan harga Rp150 ribu-Rp160 ribu/kg di pasar Sentral Kotabumi, Lampung Utara, Rabu, 29 Juni 2022. (Lampost.co/Hari Supriyono)


Kotabumi (Lampost. co) -- Harga daging sapi di Pasar Tradisional Sentral Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) diperkirakan mengalami kenaikan harga sebesar Rp10 ribu-20 ribu/kg di daerah itu.     

Pedagang sapi di Pasar Sentral Kotabumi, Sunar (50), mengatakan setiap ada perayaan hari-hari besar, penjualan daging sapi mengalami kenaikan harga.  

"Terjadi kenaikan harga daging sapi satu minggu menjelang perayaan Iduladha dan kenaikan harga mencapai Rp10 ribu hingga Rp20 ribu/kg,"ujar Warga Kelurahan Kelapatujuh, Kecamatan Kotabumi, Rabu, 29 Juni 2022.                 

Bapak tiga anak itu menjelaskan harga daging sapi saat ini dijual seharga Rp140 ribu/kg dengan kualitas baik. Menurutnya, menjelang satu minggu perayaan Iduladha harga diperkirakan mengalami sebesar Rp150 ribu/kg hingga Rp160 ribu/kg. Sunar juga menjelaskan kenaikan harga daging sapi pada setiap perayaan hari-hari tersebut terjadi karena ada permintaan pembeli yang cukup banyak.  

Baca juga:  Harga Daging Sapi di Lampura Tetap Kokoh di Tengah Wabah PMK                    

Sementara itu, ketika ditanya ada atau tidak dampak virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi saat ini,  ia mengatakan saat ini belum ditemukan adanya virus tersebut dan tidak ada pengaruh dengan penjualan daging sapi di Lampura.  

"Saat ini kami pasok daging sapi dari para peternak yang ada di Lampung Utara saja," kata Sunar.                       

Hal senada disampaikan Sriyanti (40), pedagang daging sapi lainnya. Dia mengatakan penjualan daging sapi di pasar Sentral kotabumi tidak mengalami dampak adanya virus PMK.  

"Kami para pedagang saat menjual daging sapi dipasok dari para peternak sapi yang ada di Lampung Utara dan penjualan daging sapi tidak ada pengaruh adanya virus PMK," ujarnya.

 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar