#cabai#pasar

Harga Cabai di Pasar Tradisional Jatuh

( kata)
Harga Cabai di Pasar Tradisional Jatuh
dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah pedagang di pasar mengeluhkan harga beberapa komoditas yang anjlok. Penyebabnya, ketersediaan barang yang melimpah di semua komoditas pertanian, namun pembeli sepi akibat covid-19.

Saperti harga berbagai jenis cabai mengalami penurunan di berbagai pasar tradisional di Bandar Lampung. Pantauan Lampost.co, Minggu, 17 Mei 2020, di Pasar Koga, Kedaton, harga cabai merah hanya Rp12 ribu/kg.

"Emang udah turun harganya sekitar Rp12 ribu sampai Rp14 ribu per kg tergantung dari kualitas cabainya. Turunnya sudah lama juga mbak," kata salah seorang pedagang di pasar Koga, Samsir.

 Meski harga cabai menurun, tidak berimbas pada peningkatan penjualan akibat pandemi.  "Efek korona ini pembeli menurun, jadi percuma kalau stok melimpah tapi harga turun drastis," ujarnya.

Ia juga menjelaskan, selain efek korona, kualitas cabai yang tidak bagus juga menjadi penyebab masyarakat enggan membeli. Curah hujan yang tinggi membuat kualitas cabai yang dipetik tidak sebaik saat musim panas.

Serupa dengan bawang putih yang turun menjadi Rp25 ribu per kg. Padahal, sebelumnya harga bawang mencapai Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kg.

Berbeda dengan bawang merah yang justru merakngak naik. Semula, bawang merah seharga Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kg, kini menjadi Rp50 ribu per kg, tergantung dari kualitas.

"Sekarang ini yang mahal untuk harga bawang merah. Harganya naik, tapi untuk yang lain justru rata-rata normal dan ada yang turun," katanya.

Penurunan harga terjadi semua pasar seperti Pasar Wayhalim dan Pasar Sukarame. "Balum ada pergerakan harga, yang naik sekaramg ini hanya bawang merah. Kalau yang naik normal dan malah ada yang turun seperti harga cabai," kata pedagang di pasar Sukarame, Asep.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar