#sembako

Harga Cabai dan Tomat di Lamsel Melambung Tinggi

( kata)
Harga Cabai dan Tomat di Lamsel Melambung Tinggi
Pedagang di pasar tradisional Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Lampost /perdhana


Kalianda (Lampost.co) -- Menjelang hari raya Iduladha 1443 H, harga cabai merah dan tomat di sejumlah pasar tradisional Lampung Selatan, masih bertahan tinggi.


Terpantau di pasar Kecamatan Sidomulyo, harga cabai merah Rp90 ribu/kg yang pekan sebelumnya Rp70 ribu/kg. Sementara cabai rawit mencapai Rp90 ribu/kg, sebelumnya Rp60 ribu/kg.

Sedangkan harga bawang merah ikut naik menjadi Rp60 ribu/kg, sebelumnya Rp50 ribu/kg, berbeda dengan bawang putih yang justru turun menjadi Rp20 ribu/kg dari sebelumnya Rp25 ribu/kg.

Fenomena kenaikan yang tergolong tinggi juga dialami tomat buah yang mencapai Rp20 ribu/kg, sedangkan pekan sebelumnya hanya Rp15 ribu/kg.

"Selain cabai merah bawang merah, tomat ikut naik pekan ini," kata Minah (63) salah seorang penjual sayuran di pasar Sidomulyo, Selasa 21 Juni 2022.

Menurutnya, selama puluhan tahun berjualan sayuran dipasar tradisional setempat, kenaikan harga tomat buah saat ini merupakan level tertinggi.

"Baru kali ini harga tomat setinggi ini, dulu pernah sebentar naik drastis tapi hanya Rp15 ribu/kg," kata dia.

Hal senada diungkap pedagang lainnya, hampir semua komoditas pangan di pasar tradisional setempat, merambat naik, kecuali bawang putih yang alami turun harga.

"Bisa dikatakan saat ini bukan naik, melainkan pindah harga," kata Rodiah (60) pedagang lainnya.

Dijelaskannya, kenaikan harga juga dialami sayuran lainnya, diantaranya kol yang sebelumnya Rp7 ribu/kg, kini Rp13 ribu/kg, daun bawang Rp20 ribu/kg, sebelumnya Rp10 ribu/kg, ketimun Rp6 ribu/kg, sebelumnya Rp5 ribu/kg.
"Kentang dan wortel yang masih stabil, kalau kentang Rp15 ribu/kg dan wortel Rp10 ribu/kg," ujarnya.

Seluruh komoditas pangan tersebut, di pasok dari luar daerah, karena tidak ada pasokan dari petani lokal.
"Pasokan dari daerah Tanggamus dan Lampung Barat," ujar dia.

Dengan kondisi harga pangan yang tidak menentu dan cenderung naik seperti sekarang ini, omset para pedagang dipasar tradisional setempat otomatis menurun.

"Daya beli menurun, otomatis omset ikut turun," kata dia.

Sementara itu, ditengah himpitan kenaikan sejumlah komoditas pangan, harga semua jenis beras di pasar tradisional Kecamatan Sidomulyo, masih bertahan stabil.

Harga beras jenis IR-64 kualitas premium Rp13 ribu/kg, kualitas medium Rp11 ribu/kg, kualitas biasa Rp10 ribu/kg, sedangkan jenis Muncul Rp8 ribu/kg.

"Kalau harga beras masih sama seperti sebulan lalu," kata Dwi (40) salah seorang pedagang beras.

Winarko








Berita Terkait



Komentar