inflasiBPS

Harga Cabai dan Rokok Dorong Inflasi Januari 0,86 Persen

( kata)
Harga Cabai dan Rokok Dorong Inflasi Januari 0,86 Persen
Penjelasan inflasi yang dilaksanakan di kantor BPS, Senin, 3 Februari 2020. Lampost.co/Atika Oktaria

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat Bandar Lampung mengalami inflasi sebesar 0,86 persen pada Januari 2020. Angkat itu akibat peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,35 pada Desember 2019 menjadi 105,25 pada Januari 2020.

"Dari 11 kelompok pengeluaran di Kota Bandar Lampung, lima kelompok mengalami inflasi (peningkatan indeks), yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,97 persen, kelompok kesehatan 0,54 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,36 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,14 persen, dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,08 persen," ujar Kepala BPS Lampung Faizal Anwar, Senin, 3 Februari 2020.

Sebaliknya, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi 0,14 persen, dan kelompok transportasi 0,12 persen. Sementara, kelompok perumahan, listrik, gas dan bahan bakar lainnya, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, kelompok pendidikan, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran, tidak mengalami perubahan indeks.

"Komoditi yang dominan memberikan andil dalam pembentukan inflasi Januari 2020 diantaranya adalah cabai merah sebesar 0,32 persen, rokok kretek filter 0,12 persen, cabai rawit 0,11 persen, minyak goreng 0,11 persen, bawang merah 0,06 persen, rokok putih 0,05 persen, beras 0,03 persen, bawang putih 0,03 persen, mobil 0,02 persen, dan rokok kretek 0,02 persen," tambahnya.

Inflasi Bandar Lampung menempati peringkat ke-9 dari 90 kota yang diamati perkembangan harganya. Dari 90 kota, 79 kota mengalami inflasi dan 11 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 1,44 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Gorontalo sebesar 0,03 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau sebesar 1,39 persen, dan deflasi terendah terjadi di Kudus sebesar 0,01 persen.

"Selama Januari 2020, Kota Bandar Lampung mengalami inflasi sebesar 0,86 persen yang dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,97 persen, diikuti oleh kelompok kesehatan (0,54 persen), kelompok erawatan pribadi dan jasa lainnya (0,36 persen), kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rumah tangga 0,14 persen, dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,08 persen," tutup dia.

Winarko



Berita Terkait



Komentar