#beritalampung#beritalasmel#ekbis

Harga Beras dan Telur di Lampung Selatan Merangkak Naik

( kata)
Harga Beras dan Telur di Lampung Selatan Merangkak Naik
Harga beras dan telur ayam ras di Lampung Selatan merangkak naik. Lampost.co/Perdhana Wibisono


Kalianda (Lampost.co): Pada pekan terakhir Agustus 2022, harga beras dan telur ayam ras di sejumlah kecamatan di wilayah Lampung Selatan merangkak naik.

Terpantau di pasar tradisional semua harga jenis beras naik sebesar Rp500 per kilo. Sama halnya dengan harga telur ayam ras juga mengalami kenaikan Rp500 per kilo atau saat ini menjadi Rp29.500 per kilo.

Harga beras jenis IR-64 kualitas premium Rp12.500 per kilo, medium Rp11.500 per kilo, biasa Rp10.500 per kilo, dan jenis muncul Rp9 ribu per kilo.

"Semua jenis beras sudah berangsur naik sejak sepekan lalu," kata Mardian (38) salah seorang pedagang di Kecamatan Way Panji, Selasa, 23 Agustus 2022.

Baca juga: Dua Pelaku Tawuran Bersenjata Tajam di Bandar Lampung Jadi Tersangka

Menurutnya ada beberapa penyebab kenaikan harga semua jenis beras, salah satunya yakni pasokan dari petani lokal sudah mulai berkurang. "Pasokan gabah dari petani setempat sudah mulai berkurang," kata dia. 

Harga beras akan kembali normal diperkirakan sekitar September-Oktober mendatang, seiring waktu panen gabah petani setempat. "Harga bisa normal lagi, kalau petani sudah panen," ujarnya. 

Sementara itu, harga telur ayam ras sudah menjadi Rp29.500 per kilo terjadi sudah sekitar tiga pekan lalu, sebelumnya bertahan Rp28 ribu per kilo. "Awal bulan ini naik Rp1.500 per kilo sampai dengan sekarang," kata Panji salah seorang pedagang di Kecamatan Sidomulyo. 

Menurutnya, naik dan turun harga telur ayam ras sangat bergantung dengan harga pakan, sehingga dalam hitungan hari bisa cepat berubah. "Tergantung harga pakan, kalau soal harga harus terus update, karena cepat berubah," ujarnya. 

Sementara itu, salah seorang pedagang nasi goreng di kecamatan setempat mengaku belum terpengaruh dengan kenaikan harga telur ayam ras. "Kami masih bertahan dengan harga lama, agar pelanggan tidak kabur," ujar Saidi (44).

Untuk mensiasati kenaikan harga telur ayam ras, pedagang nasi goreng kaki lima itu mengaku membeli ukuran yang kecil. 
"Saya nyari telur yang kecil, karena sekilo bisa dapat 18 butir, kalau ukuran normal 16 butir," ujarnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar